Sesuai dengan judul pameran ini, memandangi Seni lukis Batuan yang berasal dari Bali saya anggap -dan mungkin disetujui oleh banyak orang- bagaikan seperti magis, ada kesan tersendiri yang tidak akan kita temui dari jenis lukisan lain yang ada di Dunia, sisi Artistik yang terlihat dari penggunaan warna serta karakter di Lukisan Batuan dapat dengan mudah menyihir orang yang memandangnya.

Oleh karena itu Galeri Nasional dan Museum Sahadewa, Bali yang saat ini sedang dibangun kembali  mengadakan pameran Seni Lukisan Batuan di Jakarta, sebelumnya di tahun yang lalu pameran serupa pernah diadakan di Gallery Cipta III, Taman Ismail Marzuki, untuk yang ingin melihat review saya tentang pameran tersebut silahkan klik ini. Kini dengan konsep lebih terbangun serta di tempat yang lebih prestige, Museum Sahadewa kembali menyelenggarakan pameran lukisan yang menampilkan bermacam-macam seniman lukisan Batuan.

Meski sama-sama mengangkat tema lukisan batuan, terdapat perbedaan yang dihadirkan panitia dalam pameran ini, yaitu dihadirkannya karya pelukis Batuan angkatan Pita Maha (Tahun 1930an) sampai angkatan Pita Prada (1980-2000an). Untuk yang awam terhadap perkembangan Seni Luksi Batuan Seperti saya ini tentu menjadi point menarik tersendiri bila kita bisa melihat karya-karya terdahulu dari para pelukis Lukisan Batuan.

Untuk yang bertanya-tanya mengapa gaya lukisan ini disebut ‘Batuan’ mudah saja, gaya lukisan ini lahir di desa Batuan, Bali. Di Bali sendiri ada banyak sekali gaya lukisan yang hadir dan berkembang di masyarakat, contohnya adalah Seni Lukis gaya Kamasan, gaya Ubud, gaya Sanur, gaya Singaraja, gaya Tanah Lot, gaya Keliki atau gaya Kapal. Ada Informasi menarik yang saya dapat dari katalog pameran ini, Agus Darwaman yang merupakan kurator pameran ini mengatakan bahwa aslinya, gaya Lukisan Batuan adalah berwarna Hitam-Putih dan dikerjakan diatas kertas, jadi bila kita melihat ada banyak sekali Lukisan Batuan yang dipamerkan di Pameran ‘Titik Magis’ ini yang menggunakan Kanvas dan berwarna-warni, jenis tersebut merupakan pengembangan dari gaya asli lukisan Batuan.

Exhibition Name : Titik Magis : Seni Lukis Batuan-Bali
Place : Galeri Nasional
Curator :
Agus Dermawan
Time : 4 -11 Maret 2011
Artist :
Ida Bagus Mardiana, I Made Nyana, I Wayan Diana, I Made Meji, I Ketut Ridi, Ni Wayan Warti, I Made Kicen, I Made Sarjana, I Made Suryana, I Made Griyawan, I Made Kastawa, I Dewa Made Kardi,  I Wayan Punduh,  Wayan Ketig, I Ngurah Panji, I Ketut Kicen, Ni Gusti Ayu Natih Arimini, I Dewa Putu Kantor, I Gede Widyantara, Ida Bagus Ketut Panda, Ida Bagus Alit, Ida Bagus Alit, Ida Bagus Kompyang Saka, I Wayan Bendi, I ketut Murtika, I ketut Manggi, Ida Bagus Putu Cakra, I Wayan Budiana, I Dewa Kompyang Badung, I Made Sujendra, I Wayan Gendera, I Ketut Sadia, I Ketut Sudila,  I Dewa Nyoman Purwa, I Dewa Made Kepri, Ida bagus Anom, I Wayan Radjin, I Dewa Made Latra, I Ketut Reta, I Wayan Taweng.

About these ads