Siapa yang menduga dari tema sederhana dan mungkin enggak pernah dipikirkan oleh orang lain akan menjadi tema sebuah pameran seni yang akhirnya mengundang rasa ingin tahu saya untuk datang ke Japan Foundation pada tanggal 5 Desember yang lalu. Tema yang saya maksud adalah “jemuran”, ya anda benar, jemuran yang setiap pagi menggantung di salah satu sudut pekarangan rumah kita, tema nyeleneh tersebut diangkat oleh Aiko Urfia Rakhmi yang dalam pameran ini merupakan pameran tunggal pertama yang di impi-impikannya, mari kita simak pembicaraan saya dengan wanita yang sangat menyenangkan untuk di ajak bicara ini ;

Di pameran ini kenapa memilih tema ‘maling jemuran’ ?
= Ok, emm…jamuran itu, aku puling suka ngeliat jemuran, ada banyak karakterisktik yang ada di dalam jemuran, contohnya kita bisa melihat kelas sosial, usia, selera berpakaian dll.

Lalu, semua photo di pameran ini dikumpulkan dari mana saja?
= Paling banyak memang masih di Jawa Barat, karena saya orang kantoran.

Semua photo-photo yang ada disini dikumpulkan dengan cara bagaimana? dengan sengaja atau dengan niat untuk datang ketempat-tempat tersebut?
= Pertamakalinya saya sendiri juga ga tau kenapa bisa jemuran, menurut saya jemuran itu bagus. Lalu ada guru saya yang mendorong saya “Kamu harus pilih tema! tema apa saja yang penting kamu harus pameran”, ini pertamakalinya bagi saya & lalu saya menjawab “Aku suka jemuran”, dan langsung dijawab “kenapa? kamu harus cari alasannya & kamu harus hunting kemana-mana”. Dan akhirnya saya niatin cari jemuran, ke Bangka Belitung, Madura, masuk ke plosok-plosok seperi ini ke Palembang. Saya memang kalo ngeliat jemuran itu langsung ngiler, hahaha.

Lalu soal ide sumbang-menyumbang itu dari mana idenya?
= Ide itu datangnya tiba-tiba banget yah, jadi…..sebenernya pada awalnya saya memang sudah membayangkan instalasinya itu seperti ini, ketika sudah jadi instalasi kayaknya lebih menarik lagi kalo semua orang diajak berpatisipasi, why not? karena ini sebenernya masih masuk dalam tema, sekalian kita sama-sama belajar bahwa jemuran itu indah, selain itu orang-orang sudah mulai bergerak ke mesin pengering & itu ionnya sangat tinggi dan dapat mengakibatkan efek pemansan global, jadi ada juga rentetan kejadinnya yang positif dan negatif, dan why not? ayo kita kembali ke jemuran lagi :)

Kita agak kembali kebelakang sedikit yah, latar belakang dan masa kecil mba Aiko ini kayak bagaimana sih?
= Sejak kecil saya memang sudah suka menggambar yah..jadi dari kecil saya udah tau bakal jadi seniman & kayaknya kalo berdiri diluar seni itu tuh rasanya sedih, tertindas gitu jiwanya^^. Photography itu salah satu media ekspresi saya, saya banyak gelisah, banyak merasakan sedih ngeliat sesuatu diluar sana & lalu menggambarkannya. Mungkin ada orang-orang yang menggambarkannya dengan puisi, menulis novel atau diary, tapi bagi saya seni visual yang dapat menggambarkan perasaan saya.

Ini pameran pertama?
= iya pameran pertama

Gimana perasaannya?
= Waah, berbinar-binar bahagia banget, itu kayaknya udah di jalan yang benar :D

Pernah ga sih dari kecil terbayang bakal pameran tunggal seperti ini?
= terbayang pernah, keberanian yang ga ada, jadi saya untungnya ada dilingkungan orang-orang yang bisa menguatkan saya untuk melakukan pameran tunggal, guru saya Pak Fendi nanti akan saya ajak diskusi tanggal 17 Desember ini, dia sangat mendorong saya “Ayo kamu harus berani!”, saya pun pertamanya sangat tidak percaya diri, biasa disuruh-suruh di kantor, tapi ada lingkungan saya yang lingkungan seniman, jadi setangah hati saya ada disitu dan setengahnya lagi ditarik-tarik ke industri. Tapi mungkin kembali ke asal kali yah..yang menarik saya untuk berani & mungkin lama-lama jadi narsis, haha, tapi saya pasti bahagia banget bisa pameran tunggal.

Dan ini masih awal..
= Iya masih awal dan mudah-mudahan bisa sampai meninggal :)

Ada pesan untuk orang-orang yang juga mempunyai keinginan melakukan pameran tunggal?

= Berani dan berkumpul dengan orang-orang yang memberikan keberanian, jaringan dan akses pasti berpengaruh, tapi kadang kita harus berani, beberapa orang hanya “ayo dong, ayo dong” tapi kalo tidak ada aktualisasinya sama juga bohong, jadi kita harus nekat! Kayak saya waktu itu ngirim proposal ke CCF, Goethe, Japan Foundation dll, & setelah dapat tanggalnya, saya jadi mau ga mau harus siap, tapi ternyata apa yang kita bikin terkadang mengejutkan diri kita sendiri & itu mungkin datangnya dari Tuhan.

Pameran & launching buku ini terbagi ke dalam 2 bagian, bagian pertama akan dipamerkan di The Japan Foundation yang berlangsung pada tanggal 2-17 Desember 2009, dilanjutkan pada bagian ke dua yang akan dipamerkan di Galeri Foto Jurnalistik Antara pada tanggal 9-16 january 2010.

Anyway, saya senang sekali singlet saya yang sengaja saya bawa untuk dipamerkan di pameran tunggal Aiko bisa ikutan dipamerin^^, coba lihat gambar dibawah ini, singlet saya yang bertuliskan nama dan nama reviewindonesia ikutan dijemur di Japan Foundation, hahaha.. Terimaksih banyak buat Aiko atas waktunya dan semua semangat yang telah diberikan :D .

Update : Terimakasih buat mba Aiko yang udah ngasih tau kalo singlet saya masuk koran, hahaha, makasih banyak mba :D :D

singlet bertuliskan nama saya dan reviewindonesia (blog saya sebelumnya yang sakarang berubah nama manjadi “out of the box indonesia”)
  • The Japan Foundation
  • Gedung Summitmas I, lt.2  Jln. Jend. Sudirman Kav 61-62
  • 2 – 17 Desember 2009