Inilah dia orang dibalik desain icon I love RI yang belakangan ini kaosnya sering muncul di TV dan jadi incaran banyak orang. Saya beruntung bisa ngobrol-ngobrol dengan Adityayoga cukup lama di ruang dosen almameternya, Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta. Ikuti pembicaraan kami tentang proses penciptaan desain icon I love RI yang pertama kali dibuat sekitar tahun 2007 tersebut hingga pendapatnya tentang semakin banyak orang-orang yang sudah mulai menjiplak desainnya,

Apa sih latar belakang yang mendasari dari proses penciptaan I love RI tersebut?
=intinya saya pengen ngebicarain Indonesia saat ini, ga mau terjebak pada Indonesia yang museum, Indonesia itu bukan negara museum buat saya, kalo ngebicarain negara museum itu seperti yang dilihat orang-orang bule, hanya warna cokelat, batik, keris, toraja dan lain sebagainya. Sebenernya kita ini hidup loh..kita hidup dan bernafas, kita ga ngomongin batik dan bukannya tidak menghargai batik, tapi saya pengen liat bukti Indonesia saat ini seperti apa. Karena itu dalam desain ini saya tidak menciptakan icon baru, tapi saya membuat dari yang udah diterima orang lain, icon yang internasional, bahwa Indonesia adalah bagian dari internasional. Logo I heart NY buat saya sudah internasional, sebegitu hebatnya dia (milton Glaser) membuat logo tersebut menjadi BOOM, saya mencoba dari hal yang paling pop, karena pop lebih bisa diterima dengan masyarakat, sehingga campaign ini bisa lebih nyampe.

Oleh karena itu dalam icon ini -saya tidak pernah menyebut logo- saya sering bilang adalah saat Sultan Hamid II dan Milton Glaser sedang ngobrol.  (Kunjungi ini untuk lebih jelas)

Lalu Tujuan dibuatnya icon ini?
= Pengen ngajak, ngeliat semua orang agar bersikap positif, saya ga nyalahin orang yang mengkritik dan suka marahin Indonesia, sudah ada bidangnya masing-masing, sudah ada bagiannya, sudah banyak Indonesia di marahin, kini saatnya di dukung, bukan yang jelek-jeleknya di dukung, tapi yang bagus-bagusnya, karena begitu yang bagus meningkat yang jelek akan tertekan & yang dibutuhkan sebetulnya adalah jaringan.


Saat ini kan sudah banyak sekali desain-desain yang menjiplak desain I love/garuda RI, bagaimana menyikapi hal tersebut?
= senyum aja
Haha, senyum saja? ga ada yang lain?:)
= Sebetulnya berangkat dari yang pertamanya marah, terus akhirnya cuma mesem-mesem, akhirnya sekarang cuma ketawa aja, soalnya..apa yah…….ironis, kita mau marah-marahin Malaysia nyolong punya kita, tapi kita malah nyolong punya saudara sendiri.

Ada pesan bagi para pembajak diluar sana?
= Untuk para pembajak diluar sana…………….semoga hidupnya tenang, udah itu aja, haha.

Dari obrolan saya dengan Adityayoga, saya jadi mengerti bahwa setiap desain kaos yang dibuat dipikirkan dengan sangat matang, meski bagi kita yang membelinya tidak menangkap pesan apa-apa, tapi bagi seorang Adityayoga, hal tersebut harus dibuat dengan konsep yang teguh dan kuat.

Buat teman-teman lainnya yang ingin memesan kaos I love RI bisa langsung mengunjungi hiduplahindonesiaraya, sebuah situs yang digunakan sebagai media untuk menyebarkan gerakan mencintai Indonesia ini. oia, FYI, saat ini Adityayoga sedang membuat suatu kejutan baru di tahun 2010, kejutan apakah itu?kita tunggu saja bersama-sama :D

Terimakasih banyak buat mas Adit buat waktunya :)