Proses pembacaan ulang Wianta

Ada yang mengejutkan saya saat sampai di Galeri Nasional tadi siang, bangunan utamanya sedang di renovasi! soalnya jika anda melihat suatu bangunan utuh yang tertutupi terpal pasti akan berasumsi bangunan tersebut sedang di renovasi, tapi ternyata saya salah..Galeri Nasional yang ditutupi terpal tersebut ternyata bagian dari konsep penyajian dari pameran tunggal pelukis Made Wianta yang berjudul “Spotlight”

Kalau anda sudah masuk ke dalamnya, anda pasti akan menyadari kenapa pameran ini diberi nama “spotlight”, semua lukisan Made Wianta dipenuhi dengan warna-warna terang, seperti warna-warna spotlight yang menyilaukan mata, penuh warna bagai lukisan anak kecil yang sedang asik menuangkan kreatifitasnya.

Jujur, sebelumnya saya tidak mengenal nama Made Wianta, nama tersebut baru saya dengar saat mengunjungi pameran lukisan ini, di dorong oleh rasa ingin tahu akhirnya saya coba bertanya kepada petugas wanita yang berjaga di depan, ia mengatakan bahwa apa yang dipamerkan Made Wianta di pameran tunggal ini merupakan proses berkaryanya yang benar-benar baru, dalam artian sejak Made Wianta mulai melukis hingga tahun 2008 yang lalu, ia tidak menggunakan gaya dan warna-warna terang seperti ini, semua lukisan yang dipamerkannya disini dibuatnya dari awal tahun 2009.

Pameran yang berlangsung sampai dengan 6 Desember 2009 ini saya rasa harus di kunjungi anda yang menyukai dunia kesenian, khususnya seni lukis, karena selain memberikan pengalaman baru dalam mengunjungi pameran lukisan yang bangunannya tertutup terpas, anda juga dapat terhibur dengan penyusunan interior ruangan pameran yang unik dan tidak biasa di lakukan oleh Galeri Nasional dalam pameran ini.

  • Galeri Nasional Indonesia, Galeri A
  • Jl. Medan Merdeka Timur 14, Jakarta
  • 25 November – 6 November 2009