Ada suatu pengalaman yang unik dan menarik perhatian saat kita melihat setiap karya instalasi yang dihasilkan oleh Mella Jaarsma.

perasaan yang membuat kita untuk terus melihat dan memperhatikan tiap detail “pakaian” yang dibuatnya, membuat kita seakan dibawa untuk terus berpikir akan pesan sosial yang disampaikan oleh Mella Jaarsma. Menurut Mella, setiap manusia mempunyai kulit kedua yang digunakan manusia dalam melihat dan menentukan identitas keanggotaan suatu grup dalam lingkungan sosial, kultural dan keagamaan sekelilingnya.

Bila kita melihat dari bahan dan material setiap pakaian yang ia buat, maka kita dapat memahami bahwa Mella menempatkan dirinya di garis yang normal, ia tidak memihak kultur sosial suatu daerah ataupun men-judge dari kehidupan kultural yang sudah ada.

Seniman yang lahir di Belanda pada tahun 1960 ini tinggal menetap di Yogyakarya, ia pernah mengenyam pendidikan seni rupa di Belanda ‘Minerva’ academy (1978-1984), Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1984 dan ISI pada 1985-1986 dan lalu tinggal menetap di Indonesia. Pameran yang dikuratori oleh Agung Hujatnikajennong dan bertempat di Galeri Nasioonal Indonesia ini dimulai dari tanggal 27 oktober  hingga tanggal 8 November.

  • Galeri Nasional Indonesia, Galeri B – C.
  • Jl. Medan Merdeka Timur 14, Jakarta
  • 27 Oktober – 8 November 2009