Tekad & semangat serumpun semak berduri dalam belantara rupa, tanpa harus berubah menjadi mawar tanpa aroma.

OK, ini adalah review pertama saya tentang pameran patung, pameran tunggal patung yang diselenggarakan pada tanggal 4 – 13 Desember 2009 yang lalu ini menampilkan Djoni Basri, seorang seniman patung lulusan ISI Yogyakarta pada tahun 1988, saya sendiri tidak mengenal sosok beliau, teman saya yang kebetulan kuliah di jurusan seni murni mengatakan bahwa karya-karya Djono Basri yang ia ingat adalah karyanya yang menggunakan styrofoam sebagai media patung yang dibuatnya, karena penasaran saya pun masuk ke dalamnya, dan memang, ternyata di dalamnya terdapat banyak patung dengan gaya realis yang terbuat dari bahan styrofoam, selain itu juga terdapat patung dari kayu yang saat saya tanyakan kepada seseorang dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang saat itu sedang sedang menjaga pameran adalah patung yang terbuat dari kayu nangka, kayu nangka yang sudah tua dan mempunyai diameter yang cukup besar, orang tersebut mengatakan kalau ia dulu pernah membeli kayu nangka yang cukup besar, akan tetapi karena masih muda, jadinya ukuran kayu yang dapat dijadikan patung jauh lebih kecil dari diameter kayu tersebut.

Pameran Djoni Basri yang dalam seluruh karirnya ini adalah pameran tunggalnya yang ketiga, dan ternyata juga merupakan keinginannya sendiri, dengan biaya sendiri dan menempuh kesulitannya sendiri. Whoaa..sungguh suatu tekad yang luar biasa & patut untuk dijadikan teladan🙂

Di dalam katalog pameran ini terdapat suatu pesan yang berasal dari seniman besar Indonesia, Sri Warsao Wahono yang ia tujukan kepada Djoni Basri, ia mangatakan :

” Berilah petunjuk kepada jaman yang rusak disekitarmu, jangan lengah karena kau bisa dianggap kalah”

pesan tersebut ditulis 2 kali oleh Sri Warso Wahono, mengungkapkan betapa ia sangat bahagianya tentang pameran tungga Djoni Basri tersebut.

  • Galeri Cipta II
  • Taman Ismali Marzuki Jakarta Pusat
  • 4- 13 Desember 2009