Terik matahari tepat dikepala saya saat saya datang ke Galeri Nasional dari rumah saya di Karawaci Tangerang, dan ada banner besar berwarna kuning yang menarik perhatian saat saya sesampainya disana, pikiranpun mulai bergerak membayangkan betapa ‘spektakuler’nya pameran koleksi Galeri Nasional Indonesia di penghujung tahun ini.

Memang, akhir tahun sepertinya adalah masanya melakukan pameran koleksi bagi Galeri-galeri yang ada di Indonesia, entah sebagai refleksi pencapaian yang sudah dilakukan dalam setahun terakhir atau hanya sebagai pelengkap dan penutup pameran tahun di Galeri masing-masing, semuanya dapat anda artikan masing-masing.

Kuss Indarto, kurator pameran Commemoration Galeri Nasional kali ini mengatakan bahwa pameran ini adalah ‘tanda peringatan’ untuk membaca dan memperhatikan koleksi yang dimiliki  Galeri Nasional Indonesia. Di pameran ini banyak terdapat beberapa karya perupa Indonesia yang sudah terkanal karyanya di tingkat dunia, sebut saja karya instalasi Heri Dono dan karya patung dari Dolorosa Sinaga, selain itu juga terdapat banyak karya-karya seniman luar dari berbagai negeri yang ditampilkan di pameran ini, kesemuanya mempunyai ciri khas dan pengambilan tema yang beragam.

Menurut saya, atau setidaknya bagi otak kecil saya yang suka menghayal ini, pameran koleksi Galeri Nasional Indonesia kali ini kok tidak se spektakuler bayangan saya yah? sedikitnya jumlah karya yang dipamerkan membuat ruang pamer terasa lenggang dan membosankan, adanya repetisi karya pada satu bagian sudut Galeri membuat tambah suasanya semakin dingin untuk dilihat, semoga saja hanya saya yang merasakan hal seperti ini, maklum cuma pecinta seni dan desain amatir😛

  • Galeri Nasional Indonesia
  • Jl. Merdeka Timur 14 Jakarta Pusat
  • 17 Desember 2009 – 19 Januari 2010