Sebelumnya tolong maafkan kekurangtahuan saya tentang dunia seni rupa mulai dari karya-karyanya hingga kepada sang senimannya, bagaimanapun sebenarnya melalui blog inilah saya mencoba untuk berjalan perlahan-lahan dalam mengenal satu persatu pelaku seni di Indonesia, penggunaan tata kalimat yang tidak cocok di dengarpun sebenarnya merupakan bagian pembelajaran saya untuk dapat terus berkembang menjadi lebih baik (emang pada dasanya saya ini bodoh banget kalo di suruh nulis :P)

Maksud dari seluruh pembukaan kalimat diatas sebenarnya merupakan alasan saya yang baru mengenal Ay Tjoe Christine di dunia belantika seni rupa Indonesia. Saya ceritakan terlebih dahulu tentang pameran ini, jadi pameran Ay Tjoe Christine yang ada di Sigiarts Gallery ini adalah merupakan salah satu dari pameran tunggalnya di awal tahun 2010. Ada yang unik dan menarik dari pameran Ay Tjoe Christine yang ini, baru kali ini saya melihat sebuah lukisan sepanjang 20 meter yang dipamerkan dengan cara di rekatkan dengan magnet dan ditempel melingkar di sekeliling dinding.

Yang menariknya lagi, untuk anda yang tertarik untuk membeli lukisan ini bisa anda tentukan sendiri sepanjang apa lukisan yang anda inginkan, bila  teman-teman datang kesana, maka teman-teman bisa melihat adanya benang merah yang membatasi panjang lukisan tersebut..Ya, benang merah tersebut adalah batas-batas yang telah dipesan oleh para pembeli lukisan.

Di dalam pameran ini Ay Tjoe Christine berharap karyanya dapat dimaknai dan di apresiasi dengan bebas oleh pengunjung, mereka yang tertarik memiliki hak istimewa untuk memilih ‘lahan’ kanvas yang mereka inginkan, tentu saja dengan berdiskusi terlebih dahulu dengan para peminat lainnya yang juga tertarik membeli lukisan tersebut. Saat saya berkunjung kesana, saya melihat sudah banyak ‘lahan-lahan’ yang sudah dipesan oleh para peminat, mungkin saat berita ini anda baca, semua lukisan tersebut sudah habis dipesan.

Saya baru kali ini mengetahui tentang Ay Tjoe Christine, meski tidak pernah bertemu atau melihat secara langsung, secara pribadi saya sangat menyukai karya-karya beliau, khususnya di pameran Symmetrical Sanctuary ini. Melihat suatu karya seni yang cantik seperti ini benar-benar memanjakan ke-hausan saya terhadap karya seni, mungkin saya memang bukan seorang pengamat atau pemerhati seni, saya lebih cocok menyebut diri sebagai penikmat seni, untuk menikmati sesuatu kita tidak perlu pintar atau ahli dalam bidang tertentu bukan? meskipun begitu bukan berarti saya tidak mempunyai keinginan untuk mempelajari atau mengerti tentang seni lebih jauh lagi, saya malah pengen banget bisa seperti itu🙂

Foto dibawah ini adalah tampak luar dari lukisan yang dipajang melingkar tersebut, bisa anda lihat, dibutuhkan ruangan yang dibangun khusus untuk pameran berikut ini. Secara keseluruhan saya Puas dan bersyukur sempat datang ke pameran Ay Tjoe Christine, dan pasti tidak akan melewatkan pameran beliau berikutnya🙂

  • SIGIarts
  • Jl. Mahakam I No.11 Jakarta 12130
  • 15 January – 30 January 2010