Jakarta kembali mendapatkan sebuah tempat perhelatan seni rupa yang baru, kali ini bukan sembarang tempat, karena tempat yang mempunyai nama Jakarta Art District ini merupakan suatu pergerakan kemajuan dunia seni rupa yang sangat signifikan dan menggembirakan.

Jakarta Art District merupakan sebuah Vanue Galeri seni rupa yang berada di dalam sebuah Mall, sepertinya trend menempatkan barang seni dengan hiruk-pikuknya suasana konsumerisme yang ada di dalam sebuah Mall telah menjadi Trend, Galeri di dalam Mall telah naik kasta dan mencapai tempat yang telah diterima banyak orang. Meski disambut postif oleh banyak pihak, Jakarta Art District dianggap lebih mementingkan sisi materi, tidak dapat dipungkiri, penempatan sebuah Galeri di dalam Shopping Town memang dianggap nantinya akan lebih mementingkan terjual-atau tidaknya setiap karya yang dipamerkan.

Selain memiliki masing-masing satu ruangan untuk setiap galeri yang ada di sana, JAD juga mempunyai Hall yang akan digunakan sebagai pameran seni rupa kontemporer tidak tetap dengan durasi 2 mingguan, setiap 2 minggu sekali para masing-masing Galeri akan bergantian mengisi Pameran tidak tetap yang ada di Hall tersebut.

Untuk kesempatan pertama ini, masing-masing Galeri diajak untuk menyumbangkan 2 karya sehingga total akan ada 16 judul karya seni rupa yang akan di pamerkan, pameran perdana yang diberi nama ‘Magainin’ ini bisa dibilang sangatlah unik dalam segi penyajian secara kuratorialnya, Agung Hujatnikajennong yang bertindak sebagai kurator mempunyai aturan unik yang harus dikerjaan oleh setiap seniman yang ada disana. Ia menetapkan beberapa kalimat dalam novel berjudul Magainin yang dikarang oleh Dinar Rahayu yang selanjutnya tiap-tiap kalimat tersebut diterjemahkan tiap-tiap seniman ke dalam sebuah karya.

Semoga pencapaian luar biasa dengan dibentuknya Jakarta Art District bukan menjadi trend semata di ranah seni rupa Indonesia, tapi justru dapat terus mendorong dan membangun suasana kesenian di Indonesia.

'What we see depends mainly upon what we look for' - Agung Fitriana-oil on canvas-130x180cm-2009

'What we see depends mainly upon what we look for' - Agung Fitriana-oil on canvas-130x180cm-2009

'Gods Faith Crumble' - Uji Handoko-acrylic on teakboard-300x300cm (variable dimension)-2009

'Gods Faith Crumbler' - Uji Handoko-Acrylic on Canvas-300x300cm (variable Dimension)-2009

Exhibition Name : Magainin
Place : Jakarta Art District
Curator : Agung Hujatnikajennongm
Time : 27 February – 7 Maret 2010
Artist : Agung Fitriana, Bagus Pandega, Bambang Toko Witjaksono, Beatrix Hendriani Kaswara, Dewa ngk made ardana, Fajdar Djunaedi, Guntur Timur, Gusbarlian, Iwan Hasto, Kokok P.Sancoko, Nyoman Darya, Prilla Tania, Rieswandi, Seno Andrianto, Suraji, Taufik, Uji Handoko Eko Saputro, Yoga Mahendra, Yon Indra, Yuli Prayitno,