Tidak banyak ada seorang seniman yang dalam setiap pembuatan karyanya benar-benar membebaskan pemirsanya untuk menginterpretasikan citra yang mereka lihat, atau paling banter ‘aturan’ yang dibuat adalah dengan memberikan judul karya, sehingga pemirsa seperti sudah digiring oleh sang seniman dalam membaca dan memaknai karya tersebut.

Apa yang terjadi di Hall C Galeri Nasional Indonesia ini sungguh terjadi sebaliknya, Iwayan Sudarsana  atau lebih dikenal dengan nama Yansen seakan membebaskan sebebas-bebasnya kepada para pengunjung yang menyaksikan karyanya untuk mengartikan dan memaknai setiap lukisannya, untuk mendukung hal tersebut Yansen sengaja tidak memberikan judul karya serta tanda tangan dalam lukisan tersebut, yang ada hanyalah media lukisan dan tahun pembuatannya.

Oil on Cloth-145x160cm-2008

Secara pribadi saya terpukau dengan setiap detail goresan yang Yansen buat diatas lukisannya, setiap goresan cat minyaknya terabstrak bagaikan cipratan air yang saling menimpa satu-sama lain, saking detailnya, saya jadi berpikir..’apa ini bukannya digital printing yh? haha.’ Pameran yang masih akan berlangsung sampai dengan tanggal 9 May ini saya rasa cukup menarik bagi para pecinta pure art atau bahkan bagi anda yang tidak mengeri tentang seni sama sekali.

Oil on Cloth-150x125cm-2008

Exhibition Name : The Joy of Lights, dance & Mystery
Place : Galeri Nasional Indonesia Hall C
Curator : Merwan Yusuf
Time : 28 April – 9 May 2010
Artist : Iwayan Sudarsana a.k.a Yansen