Di tahun 2010 sampai saat ini Albert Yonathan tercatat sudah 2 kali mengadakan pameran tunggalnya, pertama di Sigiarts pada bulan February yang lalu, dan pada bulan Mei kali ini di The Japan Foundation. Sepertinya gairah dan semangat berkarya yang ia dapatkan saat menjalani Proses Residensi dari  Jenesys The Japan Foundation selama kurang lebih 90 hari di Jepang masih sangat kuat melekat dalam dirinya.

'Once we were Planted' | glazed middle fired Ceramic, Sand |65x65x103cm | 2008

Liminal Being
Pada pameran Liminal Being kali ini kita masih bisa menemui karya yang sama seperti yang pernah ia pamerkan di pameran tunggalnya berjudul Cosmic Mantra di Sigiarts yang sebelumnya sudah pernah saya bahas di blog ini. Apa sebenarnya arti dari judul pameran ini ? di dalam katalog NUANSA yang dikeluarkan oleh The Japan Foundation ‘Liminal’ adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah kondisi atau keadaan transisi atau di dalam sebuah proses transformasi. Istilah ini sering digunakan dalam kajian antropologi atau psikologi.

Dari proses yang saya cari, Liminal berarti ‘In Between, Transtitional’, sedangkan di sumber lain yang saya temukan  Liminal Being diartikan sebagai makhluk legendaris yang tubuh Fisiknya terbagi dua sehingga memungkinkan timbulnya 2 sifat yang bertolak belakang.

Berdasarkan pengertian diatas sepertinya kita sudah bisa meraba apa maksud dan korelasi dari ‘Liminal Being’ tersebut dengan karya Albert Yonathan yang dipamerkan di The Japan Foundation ini. Bila kita perhatikan bentuk-bentuk yang Albert cipakan bagaikan bentuk suatu makhluk hidup yang sedang melalui proses transformasi, antara manusia dan makhluk jenis lainnya, bila kita lihat dari banyaknya bentuk simbolik sayap yang ada, burung atau makhluk dengan sayap lainnya sepertinya juga banyak mempengaruhi Albert dalam berkarya.

'Crystal Tress' | glazed middle fired Ceramic, Sand, Glass |65x65x103cm | 2008

Albert & program Residensi Jenesys.
Albert Yonathan adalah seorang seniman yang berlatar belakang akademik di ITB, ia mempunyai minat yang tinggi di bidang seni keramik dan sangat mengagumi karya-karya seni keramik yang berasal dari Jepang, negara yang ternyata akan membawanya kesana selama 90 hari dalam proses program Residensi Jenesys The Japan Foundation Indonesia.

Bagi seniman manapun, saya rasa Jepang memang menjadi suatu tujuan khusus, Jepang adalah negara yang sangat menghargai berbagai macam karya seni, mereka juga sering mengaplikasikan karya seni ke dalam kehidupan serta kebutuhan hidup sehari-hari, seperti Bento atau kotak bekal makan yang tampilan makanannya sering sekali terkandung unsur estetika. Bukti lainnya adalah nilai total karya seni yang telah di eksport oleh negara berpopulasi 127 juta penduduk ini senilai 124.895.700 US Dollar (Data PBB 2007), bandingan dengan Indonesia yang berpopulasi 240juta tapi hanya dapat mengeksport 9.900.385 US Dollar (Data PBB 2008), dari nilai tersebut kita sudah dapat menilai Jepang dengan alam dan penduduknya disana seperti sudah mendarah daging dengan karya Seni.

Di Jepang, Albert berkesempatan bertemu dengan banyak seniman dari negara lain yang juga datang melalui program residensi Jenesys di negara mereka masing-masing, di akhir programnya setiap seniman diharuskan mengadakan sebuah pameran tunggal yang pada umumnya seperti merefleksikan tentang hal apa saja yang telah mereka dapat selama program residensi. Albert mengatakan ia sangat terkagum-kagum dengan atmosfir berkesenian disana, mulai dari apresiasi masyarakat yang cukup tinggi, serta fasilitas yang mendukung seniman dalam berkarya maupun mengadakan pameran, cerita selengkapnya tentang pengalaman Albert Yonathan selama ia melakukan program residensi dapat dilihat disini.

'Tranquallity' | glazed middle fired Ceramic, decals |Variable Dimension | 2009

(DETAIL) 'Tranquallity' | glazed middle fired Ceramic, decals |Variable Dimension | 2009

The Exhibition
Meski karya yang dipamerkan di Pameran Liminal Being ini tidak sebanyak saat di Cosmic Mantra, pengaturan serta tata letak pada pameran ini menurut saya briliant! dengan menggunakan salah satu ruang di The Japan Foundation, pameran Liminal Being ini menempatkan karyanya memusat seperti sedang memandang panggung pertunjukan, tidak ada ruang yang sia-sia sehingga pengunjung dapat dengan leluasa menikmati pameran ini, satu-satunya yang kurang manarik menurut saya adalah tidak adanya katalog, dan hanya disediakan Press release yang berbentuk poster yang dapat dilipat, yah..memang sih tempat pameran ini bukan Gallery Seni, jadi saya maklum saja cuma dapet seadanya, tapi untuk karya Albert Yonathan ini, sayang rasanya hanya dicetak di poster lembaran HVS.

Exhibition Name : Liminal Being
Place : The Japan Foundation
Curator :
Time : 5 May – 19 May 2010
Artist : Albert Yonathan