Agus Suwage looking at Gede Mahendra Yasa's

Pameran dengan judul yang cukup panjang tersebut ternyata menyimpan makna yang cukup dalam akan perkembangan dunia seni lukis Indonesia. Judul ‘As The Face No Longer Bespeak The Soul’ tersebut seakan berseberangan dengan apa yang pernah di katakan oleh maestro Seniman Indonesia S. Sudjojono, Sudjojono mengatakan seorang pelukis harus mempunyai “Visible Soul’ atau Jiwa yang tampak di dalam lukisannya, Sudjojono selanjutnya memberi contoh tentang pelukis yang melukis seekor burung, “meski dengan objek yang sama, akan terjadi perbedaan corak dan gaya gambar, jadi gambar ini suatu buah pekerjaan jiwa kita dan bukan gambar klise optische opname (kerja keras) mata kita saja”, jelas sudah bahwa maksud dari kalimat tersebut digunakan untuk menilai kualitas seorang seniman dalam berkarya.

'White Acrylic Paint On Face #1' | Oil on Canvas | 150x120cm | 2009

Yang menarik, pameran tunggal Gede Mahendra Yasa yang diselenggarakan oleh Sigiarts hingga 22 Mei ini seperti dengan sengaja menginformasikan bahwa perkembangan jaman sudah dapat menggeser pendapat ‘Visible Soul’ sebelumnya. Kurang lebih 15 lukisan yang ada di dalam pameran ini meski pada dasarnya masih melukiskan cat minyak diatas sebuah Kanvas, akan tetapi proses dibalik lukisan ini yang menjadi topik utama judul pameran ini.

Pertama Mahendra Yasa melumurkan cat Acrylic di atas wajahnya, di foto dan lalu dicetak hingga kemudian dilukis ulang oleh sang Seniman itu sendiri, itulah mengapa di dalam judul pameran ini dikatakan sebuah wajah sudah tidak menunjukan jiwanya lagi. Itu dikarenakan apa yang Mahendra Yasa lakukan dalam pameran ini adalah sebuah proses kerja optik serta memori, karena apa yang ia lukis sesungguhnya sudah ada di sebuah hasil cetak fotografi.

'Pointilism' | Oil on Canvas | 180x150cm | 2009

Manurut saya proses perkembangan seni rupa/lukis Indonesia serta mungkin dunia sah-sah aja mengalir ke arah yang berbeda dengan beberapa tahun lalu, perkembangan teknologi serta berbagai kemudahan yang kita peroleh sebagai pengguna teknologi selain dapat memudahkan fungsi kerja manusia, juga dapat memunculkan potensi baru atas dasar hasil eksplorasi terhadap teknologi tersebut.

Nb : Apakah kalian bisa menebak siapa orang yang sedang memandang lukisan pada foto diatas?🙂 Clue : Karyanya pernah menjadi maskot pameran seni modern dan kontemporer di Grand Palais, Paris 17-22 Maret 2010.

Exhibition Name : As The Face No Longer Bespeak The Soul
Place : Sigiarts
Curator : Enin Supriyanto
Time : 12 May – 22 May 2010
Artist : Gede Mahendra Yasa