Hari Senin tanggal 18 Mei yang lalu Agus Suwage mengadakan acara Launching buku + tanda tangan. Saya beruntung bisa berada di kerumunan orang-orang penting tersebut. Waktu masih menunjukan pukul 4 sore saat saya sampai di Jakarta Art District, Grand Indonesia East Mall, lower ground. Tampak Nadi Gallery masih terlihat sibuk melakukan display acara ini, di luar Nadi Gallery tampak Agus Suwage sedang asik berbincang dengan beberapa temannya, salah satu diantaranya adalah pemilik Nadi.

Sekitar pukul 4.30 Agus Suwage pergi meninggalkan Jakarta Art District untuk berganti pakaian, sementara beberapa seniman dan pengunjung yang memang sengaja menyisihkan waktunya untuk datang sudah tampak berkeliaran di sekitar JAD, pukul 5 kurang 5 menit Agus Suwage terlihat datang dengan setelan kemeja dan topi yang sama dengan fotonya yang ada di iklan acara ini. Pengunjung mulai berdatangan, pembicaraan pun semakin seru dan ramai sehingga acara pembukaan terpaksa melebihi dari waktu yang telah ditentukan.

Still Crazy After all These Years

Acara yang berjudul menggelitik telinga ini meskipun tidak berhubungan dengan pameran tunggalnya tahun lalu di Yogyakarta, masih tampak seperti mempunyai benang merah yang sama, seakan acara Launching Buku ini masih merupakan satu perayaan ulang tahun ke 50 Agus Suwage. Ya, bukan Cuma Hanafi yang tempo lalu mengadakan pameran tunggal untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 50, Agus Suwage di pertengahan tahun 2009 yang lalu juga telah mengadakan pameran tunggalnya berjudul “Still Crazy After all These Years”, pameran yang diadakan di Bandung, Jogyakarta tersebut bagaikan sebuah kisah Agus Suwage dalam berkarya.

Kini dengan judul yang sama, ia meluncurkan buku yang berisi dokumentasi hampir setiap karya yang pernah ia buat selama 25 tahun berkarir sebagai seniman. Buku yang dibuat oleh Enin Supriyanto serta dibantu oleh Tita Rubi ini dikatakan bagai suatu buku petunjuk yang tepat bagi para pecinta karya seni kontemporer, dan cocok pula bagi siapapun yang baru mau memulai mengenal karya seni lukis kontemporer.

Saya sempat berbincang sebentar dengan Agus Suwage, saat ditanya bagaimana memaknai hidup setelah berumur setengah abad ini ia hanya menjawab biasa saja dan ia mengaku tidak mempunyai mimpi apa-apa dan hanya menjalani hidup apa adanya. Itu lah Agus Suwage yang ternyata masih cukup ‘gila’ di umurnya yang sudah berkepala 5 ini, bila tidak gila mungkin tidak akan ada Agus Suwage seperti yang sekarang ini.

Pertanyaan berikut yang mengalir dari mulut saya adalah tentang barapa lama proses pembuatan buku ini dibuat, dan ternyata hanya dibutuhkan 2 tahun untuk mengumpulkan dokumentasi foto karya Agus Suwage salama 25 tahun ia berkarya, Enin Supriyanto mengakui bahwa memang menyelesaikan buku ini dalam 2 tahun merupakan pekerjaan yang luar biasa berat.

Yang menarik dari pandangan pertama kita melihat buku ‘Still Crazy After all These Years’ ini adalah dari cover depannya, disana kita bias melihat salah satu karya Agus Suwage berjdul ‘Luxury Crime’, karya ini perah menjadi maskot dalam suatu pagelaran Pameran seni modern dan kontemporer di Grand Palais, Paris 17-22 Maret 2010 yang lalu.