Pameran yang berakhir 8 Juli 2010 kemarin ini menurut saya adalah salah satu pameran yang mempunyai ‘isi’ yang kuat, bukan sekedar memamerkan ataupun menanggapi permasalahan keadaan dunia saat ini melalui media seni, Pameran No Direction Home ini bagaikan sebuah identitas seni rupa Indonesia, karena pemilihan seniman yang di ikutkan dalam pameran ini bukan main-main, ada yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Abdi Setiawan | 'Aktor' | Fiber Painted | 45x28x103cm | 2010

Heri Dono | 'Menonton Kebodohan' | Fiberglass, Alumunium, Mechanical System, Cable | Varible Dimension

Heri Dono | 'menunggu ratu adil' | Acrylic on Canvas | 150x200cm | 2010

Yang unik pameran No Direction Home ini mempunyai ruangan khusus arsip berupa audio, kita bisa duduk sambil menonton/mendengarkan rekaman audio diskusi tentang ada tidaknya seni rupa Indonesia pada kurun waktu 1960an hingga 1970an. Dengan mendengarkan audio tersebut kita bisa mendapat pengatahuan sejarah seni rupa Indonesia yang mungkin tidak pernah kita dengar. Selain audio di ruangan ini juga terdapat beberapa lukisan bersejarah koleksi Galeri Nasional Indonesia.

Exhibition Name : No Direction Home
Place : Galeri Nasional  (Edwin’s Gallery)
Curator : Aminuddin T. Siregar
Time : 30 Juni – 9 Juli 2010
Artist : Abdi Setiawan, Agung Kurniawan, Agus Suwage, Arahmaiani, Astari, FX Harsono, Gusmen Heriadi, Heri Dono, Isa Perkasa, J.A. Pramuhendra, Krisna Murti, Mella Jaarsma, Nindityo Adipurnomo, Sanento Yuliman, Srihadi Soedarsono, Sunaryo, Ugo Untoro, Yani Mariani Sastranegara