Ayam Jago sering sekali di jadikan objek kejantanan oleh manusia, mungkin karena sifatnya yang sering bertarung dengan Pejantan lainnya serta ciri khas saat ayam tersebut berkokok saat memenangkan pertarungan yang membuat ayam tersebut terlihat gagah. Dari ide sederhana itu bisa menjadi inspirasi seorang pelukis dalam berkarya.

Itulah yang ingin diangkat oleh Sulistyo, seorang pelukis asal Tulungagung 1971, di dalam pameran tunggalnya di Galeri Nasional ini ia memberi judul ‘Jagonya Jagoan’ sebagai judul pameran tunggalnya, di dalam gedung B Galeri Nasional ini, kita akan disuguhu belasan lukisan dengan satu objek yang sama, yaitu ayam jago.

Meski ayam jago identik dengan pertarungan sesama pejantan sehingga mengesankan keberanian serta kegagahan, akan tetapi ternyata bukan adegan pertarunganlah yang ingin diangkat oleh Sulistyo, di sana anda tidak akan menemukan lukisan pertarungan antar 2 ayam atau lebih, yang ada hanyalah lukisan se ekor ayam dengan gerakannya yang estetis. Sulistyo menggambarkan detail tiap gerakan bulu ayam tersebut menggunakan acrylic, biasanya saya sering melihat lukisan dengan objek ayam selalu di lukiskan menggunakan cat air, tapi ternyata dengan acrylic hasil yang terlihat jauh lebih kuat dan ‘nendang’, kibasan ekor dan bulu di tiap badan ayam tersebut tergambar dengan indah. Diluar hal teknik tersebut, tidak ada yang spesial, saya merasa pameran ini termasuk aman, dalam artian semua jenis lukisan yang dipamerkan merupakan jenis lukisan yang akan banyak disukai oleh banyak orang karena nilai estetisnya. Tentu saja tidak ada yang salah dalam pameran ini, karena setiap orang yang ingin membeli lukisan tentu atas dasar suka terhadap lukisan yang dibelinya🙂.

Exhibition Name : Jagonya Jagoan
Place : Galeri Nasional
Curator : Rizki A.Zaelani
Time : 23 September – 3 Oktober 2010
Artist :
Sulistyo