Pameran berjudul Puisi Putih Tegallalang ini bagaikan suatu bait puisi seseorang terhadap sesuatu yang dicintainya, bukan wanita ataupun sebuah benda mati, tapi apa yang dibawa oleh Kadek Agus Mediana ini adalah suatu daerah Gianyar Bali. Tegallalang adalah adalah suatu desa kecil yang menyimpan banyak pesona, bila tidak, tentu saja nama & memori tentang desa ini tidak akan dibawa Agus Mediana ke dalam pameran tunggal pertamanya yang diselenggarakan oleh Mon Decor.

Lahir di Gianyar 23 tahun yang lalu membat Agus Mediana mempunyai kesan yang kuat sekali terhadap desa tersebut, dengan hamparan swah hijau yang luas & warna hijau yang menenangkan hati, Tegallalang dapat mempesona siapapun yang melihatnya. Akan tetapi ternyata bukan keindahan alam Tegallang yang membuat Agus Mediana tergerak hatinya, melainkan kondisi desanya saat ini yang sudah menjadi komoditi pariwisata, hamparan sawah yang mempesona tersebut ternyata juga mempesona para usahawan industri pariwisata. Agus Mediana mengatakan bahwa saat ini sudah banyak petani-petani yang tergiur dengan apa hasil yang diberikan oleh dunia industri pariwisata, banyak sawah yang dijual dan didirikan bangunan tepat di tengah2nya, kini para petani membangun sawah bukan untuk di ambil padinya, tapi lebih dijadikan sebagai bahan tontonan belaka para wisatawan.

Di dalam lukisannya, kita bisa melihat bagaiman Agus Mediana mengolah pola pikirannya, ia menggunakan potongan karung goni yang ia potong dan posisikan sehingga seperti membuat kolase diatas kanvas, kegelisahan dirinya terhadap desa Tegallalang sepertinya menjadi inspirasi Agus Mediana sehingga ia terpikir untuk menggunakan karung goni, warna putih yang memenuhi bidang kanvas menambah suasana indah tetapi terasa kosong, mungkin hal itu yang ingin disampaikan oleh Agus Mediana terhadapa desa yang ia cintai tersebut.

Exhibition Name : Puisi Putih Tegallalang
Place : Mon Decor (Jakarta Art District)
Curator :
Hardiman
Time :
23 September –  3 Oktober 2010
Artist :
Kadek Agus Mediana