Mixtape atau merupakan kependekan dari Mixed Tape merupakan salah satu bentuk artistik dari perkembangan musik di dunia, berawal dari sekitar tahun 70an, mixtape yang merupakan rekaman musik yang di susun dan kemudian di rekam dalam bentuk kaset dikatakan sudah menjadi suatu bentuk yang mempunyai nilai seni, karena setiap mixtape yang dibuat oleh seseorang akan melalui sentuhan personal dari tiap pencipta, dimana dari sana akan tercipta nilai yang patut di koleksi.

Teman saya Anto Arief yang merupakan lulusan desain produk ITENAS mencoba menyelenggarakan pameran Mixtape di Common Room Bandung, inilah dia artikel yang ditulis Anto Arief yang saya ambil dari websitenya.

——

Saya sadar kalau pameran ini tidak akan bisa menjelaskan apa itu ‘mixtape’ secara detail. Terutama untuk orang awam. Karena ternyata mixtape itu adalah sub, dari sub sebuah subkultur. Entah kenapa saya selalu menyukai hal-hal kecil, printilan/fenomena yang identik dan hanya terjadi di dunia musik. Salah satunya adalah kultur berbagi kompilasi ini.

Saya hanya mencoba mengangkat sebuah kultur unik dalam dunia musik ini. Semangat berbagi dalam dunia musik. Bahwa musik itu memang pada dasarnya adalah sesuatu yang dinikmati bersama.

Ada perasaan lebih nikmat ketika kita bisa berbagi, saling merekomendasi atau juga ketika kita menonton sebuah konser kesukaan kita beramai-ramai dengan teman maupun dengan ribuan orang asing.

Saya sendiri masih kelabakan ketika harus menjelaskan apa itu mixtape. Bingung harus mulai dari mana dulu. Yang jelas kultur musik warisan era 90an ini tidak pernah padam. Dan bertransformasi menjadi digital yang secara perlahan tetap hidup oleh para pelaku mixtape disekitar kita pada saat ini.

Para pembuat mixtape ini rela meluangkan waktu untuk membuat kompilasi lagu yang niat. Yang susunannya dipikirkan secara matang, dari lagu pembuka hingga lagu penutup. Lengkap dengan artwork kover. Sama sekali tidak ada keuntungan apapun, hanya dengan tujuan mulia: berbagi.

Maka itu pula selain menampilkan kecintaan berlebihan saya yang ‘ganjil’ dengan 3 instrumen ini, saya pun menghadirkan teman-teman pengrajin mixtape yang saya anggap dekat dengan kultur mixtape ini. Merakalah yang tetap menghangatkan kultur ini. Mereka adalah pahlawan mixtape lokal kita.

Diikuti oleh mixtape buatan:
Egga Pratama, Dxxxt, Dimas Ario, Abi Raditya, Ardo Ardhana, Aldy_K, Eric Wiryanata, Fix Future, Angkuy Bottlesmoker, Egga

PAMERAN
16 – 31 Oktober 2010
Pk. 13.00 – 20.00 WIB

VENUE
Common Room Networks Foundation
Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Bandung 40132
Telp./ Fax. +62222503404