Media yang merupakan bahasa latin dari medium atau mempunyai arti pengantar/perantara adalah suatu hal yang mutlak digunakan seorang seniman sebagai alat untuk mengantarkan cipta, rasa dan karsanya. Seniman membutuhkan alat yang dianggapnya cocok untuk menyampaikan apa yang mereka sampaikan, sehingga dari rasa membutuhkan tersebut, setiap seniman melakukan proses eksplorasi masing-masing dalam mencari media apa yang cocok bagi dirinya. Selain dilatarbelakangi oleh rasa membutuhkan, perkembangan teknologi mau tidak mau membuat manusia melirik hasil ilmu pengetahuan manusia tersebut, teknologi yang sudah menjadi darah daging serta kehidupan manusia sehari-hari ikut mempengaruhi sense berkarya seorang seniman.

Digit(All) Exhibition

Digit(All) adalah sebuah pameran yang menghadirkan para seniman praktisi yang dalam proses berkaryanya menggunakan jenis media baru yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi, menggunakan media yang jauh dari ‘pakem’ kesenian sering kali dianggap sebagai suatu hal yang tabu, hal yang membuat karya seniman tersebut dianggap sebagai kelas dua dari lingkup seni rupa. Akan tetapi apa yang diselenggarakan oleh Umah Seni di pameran Digit(All) ini justru sebaliknya, para seniman yang menjadi peserta pameran justru mencuat namanya dengan menggunakan media-media baru yang dianggap kontemporer.

Tromarama yang belakangan namanya semakin eksis di dunia seni rupa indonesia adalah contoh perpaduan sense seni seseorang dengan kreatifitas dalam menggunakan media baru, dalam hal ini Tromarama menggunakan teknologi video sebagai medianya, karyanya yang berjudul ‘Happy Hour’ adalah sebuah video yang menggambarkan tokoh-tokoh yang ada di jenis uang kertas Indonesia sedang menyanyi.

Jompet | 'Long Merch to Java #3 unique edition | One life size figure Mixed Media Instalation | 2009

Jompet hadir dengan karyanya yang berjudul ‘Long Merch to Java #3’, pada karya ini Jompet yang namanya sudah terkenal hingga di dunia seni rupa Internasional dengan karya mixed media instalasinya menghadirkan karya tahun 2009 nya. Mella Jaarsma hadir dengan karya instalasi Videonya yang berjudul ‘1/4 Body’.

Umah Seni

Di Gallery nya yang bertempat di Jl. Suwiryo No.11 Menteng, Umah seni adalah sebuah ruang pamer yang berdiri pada tahun 2007 yang lalu, dengan tujuan mempromosikan seniman kontemporer nasional serta internasional, Umah Seni mempunyai 2 tempat yang digunakan sebagai ruang pamer, pertama adalah di daerah Mentengm sedangkan yang satu lagi di Apartement Mitra Oasis, Senen.

Saya sendiri baru kali ini menginjakan kaki ke Umah Seni, sebelumnya memang pernah tahu tentang kehadiran Gallery ini, tapi baru kali ini menyempatkan datang. Untuk Gallery yang di Menteng saya sempat mengalami kesulitan dalam menemukan lokasinya, karena ternyata tidak ada plang nama yang terpampang, sehingga bila teman-teman ada yang berkeinginan datang kalian bisa mengacu ke nomer rumah Umah Seni tersebut. Pameran yang di kuratori oleh Alia Swastika ini selesai pada tanggal 24 Desember yang lalu.

FX.Harsono | 'The Shadow of the pain' | Digital Print on canvas | 100x200cm | 2009

Exhibition Name : Digit(All) Indonesian Contemporary New Media Practices
Place : Umah SeniMenteng Artspace
Curator :
Alia Swastika
Time : (end) 24 Desember 2010
Artist :
Tromarama, Radi Arwinda, Jompet, FX. Harsono, Wimo Ambala Bayang, Mella Jaarsma, Wedhar Riyadi.

EMailPrint

Umah Seni

Street:
Jalan Suwiryo No. 11 Menteng
City:
Jakarta Pusat

Description

Sorry, no description available

//

TitleType
5101520253050100All
Date Title Venue City Type
Currently no events are available