'Velocity' | Acrylic on Canvas | 200x150cm | 2010

Sekali lagi kita disuguhi pameran lukisan berkualitas oleh Sigiarts, Love/Velo adalah pameran tunggal Arie Dyanto yang merupakan pameran kedua yang mengangkat tema Sepeda atau lebih spesifik akan saya sebut Fixed Gear dalam 3 bulan terakhir ini, sebelumnya masih teringat dengan sangat jelas pameran FART yang juga sama-sama mengangkat Fixed Gear sebagai Subject matter lukisan, silahkan klik ini untuk teman-teman yang belum melihat ulasan pameran FART.

Aktifitas bersepeda di Indonesia belakangan ini seperti menunjukan perkembangan yang menggembirakan, semakin banyak dan seringnya pengendara sepeda yang hadir khususnya di Jakarta seperti menunjukan bahwa bersepeda telah menjadi gaya hidup baru warga perkotaan, di Jakarta para pengendara Fixed Gear sering berkumpul dan memulai aktifitas bersepeda di malam hari, banyak beberapa diantara mereka yang bekerja sebagai pegawai kantoran sehingga  tidak ada waktu lain dari pagi hingga sore untuk mereka bersepeda.

'Monster in Disguise' | Acrylic on Canvas | 200x150cm | 2010

Pameran yang diselenggarakan oleh Sigiarts hingga 6 February yang lalu ini menghadirkan 12 karya lukisan Arie Dyanto, Arie sendiri sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendiri kelompok komik yang namanya sudah tidak asing lagi di dunia komik Indonesia maupun dunia seni rupa Kontemporer, kelompok tersebut bernama Apotik Komik. Selain aktif di Apotik Komik, Arie yang juga merupakan salah satu penggerak gerakan seni jalanan (Street Art) di Yogyakarta, kini ia melakukan pameran tunggal pertamanya di salah satu galeri yang terletak di Selatan Jakarta.

Yang menarik dan menjadikan pameran Love/Velo mempunyai ciri khas adalah 10 lukisan yang dibuat Arie dalam pameran ini, meski pameran ini menampilkan tema ketertarikan dengan Fixed Gear, yang dihadirkan oleh Arie justru seri kumpulan lukisan potret, ia menghadirkan 10 figur anak muda yang masing-masing dari mereka telah menjadi rule model oleh anak muda lain, khususnya di Jakarta. Masih terasa unsur komik dalam tiap-tiap lukisannya, contohnya adalah Arie seperti menciptakan ‘tokoh’ di setiap lukisannya yang berukuran 200x150cm, dan masing-masing tokoh tersebut mempunyai julukan masing-masing, seperti ‘The Dark Wave’, ‘The Last Standing Rider’ dan lain-lain, masing-masing dibentuk bagaikan sebuah Superhero di dunia Fixed Gear.

'The Last Standing Rider' | Acrylic on Canvas | 200x150cm | 2010

Exhibition Name : Love/Velo
Place : SIGIarts
Curator :
Alia Swastika
Time : 22 January -6 February 2011
Artist :
Arie Dyanto