10 Tahun adalah bukan waktu yang sebentar bagi sebuah organisasi seni rupa kontemporer untuk terus bertahan dan berkarya, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa Seniman adalah sosok kreatif yang lebih mementingkan egonya saat berhubungan dengan yang namanya proses penciptaan sebuah karya. Akan tetapi ternyata tidak begitu dengan yang terjadi oleh ruru, ruru yang merupakan singkatan dari Ruang Rupa adalah suatu organisasi seni rupa kontemporer yang kini sedang merayakan ulang tahunnya ke 10.

Pameran yang diberi judul Decompression #10 ini adalah suatu persembahan Ruang Rupa dalam kiprahnya selama 10 Tahun dalam melakukan kegiatan seni rupa baik di Ibu Kota Jakarta maupun Indonesia secara luas, dengan menggunakan gagasan ‘Merentang Waktu’, dalam websitenya Ruru mengatakan bahwa Kegiatan 10 Tahun ruangrupa ini mencakup rangkaian pameran, proyek kolaborasi, seminar, program pemutaran film dan festival musik, lokakarya, penerbitan buku, peluncuran video dan film, produksi karya seni di sejumlah ruang publik dan juga pertemuan antar-jaringan dan organisasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Pameran ini dibagi menjadi beberapa Sub-pameran lainnya yaitu seperti Ruru.net, Ruru.Zip, Ruru and Friends, Multimedia Arts In Indonesia, dan Hanya memberi tak harap kembali. Kita mulai dari yang paling pertama, Ruru.Net adalah bagian dari penyelenggaraan Decompression yang menghadirkan 25 partner ruangrupa yang masih aktif sampai sekarang seperti Akademi Samali, ELSAM, Forum Lenteng, Grafis Sosial, Institut Sejarah Sosial Indonesia, Kineforum, PenitiPink, Sanggar Akar dan Serrum (Jakarta), Asbestos Art Space dan Commonroom (Bandung), Jatiwangi Art Factory (Jatiwangi), Gardu Unik (Cirebon), BYAR Creative Industry (Semarang), Daging Tumbuh, KUNCI Cultural Study Center dan MES56 (Yogyakarta), C.E.I.A (Brazil), Casco dan Montevideo (Belanda), Gang Festival dan Engagemedia (Australia), Kuratoriskaktion (Denmark), Skulpturenpark/KUNSTrePUBLIK (Jerman), serta Video Art Center Tokyo (Jepang), Pameran ini dikuratori oleh Reza Afisina & Iswanto Hartono.

Pameran Ruru. Zip merupakan suatu rangkuman arsip pameran dan kegiatan seni rupa Ruru selama 10 tahun ini, dikatakan bahwa pameran arsip ini tidak hanya akan menelusuri perjalanan ruangrupa sebagai sebuah organisasi dan laboratorium seni rupa, namun juga membaca ulang segala fenomena seni, sosial budaya dan isu-isu lainnya yang kemudian terangkum dalam tiga isu kunci yaitu: Ruang, Publik dan Pengetahuan, Ruru.Zip dikuratori oleh Farah Wardani & Ugeng T. Moetidjo. Multimedia Arts In Indonesia yang di kuratori Hendro Wiyanto ini menghadirkan serta memberikan wacana terhadap seni rupa dengan perkembangan teknologi. Hanya memberi tak harap kembali merupakan project kolektif  yang terdiri dari 25 Seniman yang sudah cukup sering ikut terlibat dari setiap pameran yang Ruru lakukan.

Untuk Informasi lebih jelas tentang pameran yang selesai pertengahan January ini, silahkan berkunjung ke situs Ruru berikut ini, www.ruangrupa.org