Sesuai dengan nama daerah yang di usung Yogyakarta, kota yang satu ini memang selalu menjadi yang istimewa diantara kota lainnya, selain karena provinsi ini dipimpin secara kesultanan, dengan suasana kebudayaan seperti kraton Yogyakarta yang kuat dan diturunkan secara turun-menurun menjadikan daerah Istimewa yang satu ini menjadi daerah yang terkenal sebagai kota dengan atmosfir kesenian yang tinggi.

Selain itu di dukung dengan suasana masyarakat Urban dimana banyaknya kampus-kampus yang menjadi magnet mendatangkan banyak mahasiswa di sekitar Jogya ikut mendukung suasana yang padat dengan aktifitas dan kegiatan anak muda lainnya, diantara itu kegiatan berkesenianpun ikut berkembang mengikuti perkembangan masyarakat. Mulai banyak individu-individu yang melakukan kegiatan Seni nya secara otodidak maupun hasil tempaan Universitas setempat, dengan lingkungan sekitar yang nyaman dan relatif jauh dari polusi, menyebabkan banyak seniman yang tinggal dan kemudian menetap di Yogyakarta, tidak hanya seniman dalam negeri, Yogyakarta ikut menarik perhatian banyak seniman luar negeri untuk datang dan berkunjung di kota tersebut.

Collaboration Works | 'To Much Art Fair is Unfair' | Acrylic on Canvas | 600x200cm | 2010

Seniman Yogya

Dari lingkungan yang penuh dengan nilai seni tersebut muncul beberapa nama seniman yang sudah akrab dengan telinga kita, mulai dari yang sering sekali berpameran di luar negeri hingga seniman yang masih berjuang dari bawah, bisa dibilang Yogyakarta adalah kota yang lengkap, yang mempunyai banyak sekali seniman dengan latar belakang berbeda dan ciri yang yang berbeda pula. Bambang ‘Toko’ Witjaksono, Gde Krisna Widiathama, Nano Warsono, Uji Handoko, dan Wedhar Riyadi adalah nama-nama seniman yang sudah tidak asing lagi dalam dunia seni rupa Indonesia,kali ini ke empat nama tersebut tergabung dalam 1 pameran besar yang di selenggarakan di Jakarta Art Distric dengan Langgeng Gallery sebagai pihak yang mengadakan pameran ini.

Pameran yang diberi nama Yogya Agro Pop ini sendiri seperti bermaksud memberitahukan kepada banyak pihak bahwa Yogya sebagai kota yang dipenuhi dengan nafas seni ini mempunyai perputaran karya seni yang cukup cepat, dimana hampir semua seniman yang ada di kota ini menghasilkan dan memperlihatkan karya mereka dengan cara mereka masing-masing, perkembangan jaman ikut mempengaruhi karya mereka, banyak diantara seniman tersebut -termasuk dari 4 seniman yang tergabung dalam pameran Yogya Agro Pop ini- membawa tema Pop dalam pengertian umum dalam setiap karyanya.

Sehingga bisa kita lihat pengaruh budaya Pop, khusunya budaya luar negeri ikut terbawa dalam karya para seniman, Bambang Toko misalnya, dengan ciri khas lukisan komik retro yang jenaka, dapat kita lihat bahwa Bambang Toko terisnpirasi dari komik tahun 70an yang terkenal dengan gaya dan warna yang khas. 3 seniman lainnya membawa nafas baru bagi seni lukis pop Indonesia, Uji Handoko atau terkenal dengan panggilan Hahan,  Wedhar Riyadi dan Nano Warsono mempunyai ilustrasi yang khas, saking khasnya gaya tersebut kini sering sekali di ikuti oleh banyak orang, dengan ketertarikannya kepada genre Lowbrow, mereka sering sekali menuangkan karyanya dalam banyak media, termasuk kardus sebagai pengganti kanvas. Sedangkan Gde Krisna Widiathama adalah seorang seniman kelahiran Bali yang lulus dari jurusan seni lukis ISI Yogyakarta. Selain tertarik dengan genre Lowbrow, Krisna juga sering sekali terinspirasi dari komik maupun film klasik horor.

Penempatan kata ‘Agro’ yang identik dengan kesan suatu Industri mengindikasikan bahwa memang atmosfir berkesenian di Yogyakarya sudah bagaikan seperti Industri, atau bisa saja kata Agro pada kalimat diatas mengacu pada Yogyakarta sebagai kota penghasil Pop dalam lingkungan keseniannya. Yang manapun itu pameran ini sudah berhasil membawa kita pengunjung yang datang untuk melihat secara ringkas dan cukup padat tentang apa yang terjadi di dunia seni lukis Yogyakarta.

Bambang 'Toko' Witjaksono | 'Againts America' | Acrylic on Canvas | 180x150cm | 2010

Uji Handoko |'Hunting Season' | Acrylic on Canvas | 170x190cm | 2011

Exhibition Name : Jogya Agro Pop
Place : Jakarta Art District (Langgeng Gallery)
Curator :
Hendro Wiyanto
Time : 3 Maret 2011 – 13 Maret 2011
Artist :