Apa yang ada dipikiran anda saat anda di sajikan oleh berbagai macam lukisan abstrak? Saya sendiri mencoba melakukan sedikit percobaan iseng-isengan, yaitu memperlihatkan katalog pameran ‘Amorphous’ Rieswandi ini ke beberapa orang, dan hampir sebagian besar orang yang saya perlihatkan lukisan Rieswandi ini mengernyitkan alis matanya dan kebingungan tentang gambar apa yang ia lihat. Lukisan Abstrak memang  berbeda dari lukisan lainnya, karena tidak semua orang merasakan sensasi yang sama saat misalnya melihat lukisan realis, sensasi kenikmatan yang menghinggapi orang yang melihatnyapun membutuhkan waktu yang berbeda-beda, saya sendiri suka dan menikmati lukisan abstrak.

Apa sih sebenarnya yang disebut sebagai lukisan Abstrak? dari beberapa sumber yang saya temukan, lukisan abstrak mempunyai arti sebuah lukisan yang tidak memiliki bentuk, dan tidak membawa wujud yang dapat di sentuh. Dan seringkali lukisan Asbtrak di artikan sebagai bagian dari High Art, mungkin karena hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menikmati dan mengerti lukisan tersebut.

'Under Constraction' | Mixed Media on Canvas | 2x(150cmx150cm) | 2010

Rieswandi adalah seorang seniman kelahiran Jakarta 1978, ia lulus dari fakultas seni lukis Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2002. Amorphous sendiri merupakan pameran tunggalnya yang ketiga dengan sebelumnya pada tahun 2006 ia melakukan pameran tunggal bernama Hybrid Realism di Red Point Gallery, Bandung.

Amorphous sendiri merupakan istilah yang ada dalam sistem organisme, ia tidak berbentuk atau secara orientasi spesifik tidak mempunyai atom-atom tubuh. Dari definisi tersebut sudah dapat kita ketahui pameran seperti apa yang dibawa oleh Edwin’s Gallery ini. Saya melihat apa yang di lukis Rieswandi dalam pameran Amorphous ini mempunyai 2 jenis lukisan yang berbeda pertama adalah sebuah painting dengan atmosfir lembut tenang dan mempunyai kesan yang dimanis, seperti pada karyanya berjudul In the Beginning dan Substance of Thoughts. Sedangkan jenis lainnya merupakan lukisan dengan gelora yang membara, dengan tarikan garis yang kuat seperti pada karyanya berjudul Celebration of Explosion #1 & #2 serta lukisan-lukisan bertema ‘hijau’ seperti Bloom dan Weed.

'Celebration of Explosion #1 & #2' | Mixed Medio on Canvas | 2x(150cmx150cm) | 2010

Selain lukisan, pada pameran ini Rieswandi juga menghadirkan 3 buah karya instalasi yang menurut saya sangat Outstanding, mulai dari tema yang di angkatnya hingga detail yang ia berikan dalam karya Instalasi seperti Holding on Nothing serta Frozen Mind membuat saya berpikir Rieswandi lebih cocok menjadi seniman Instalasi dengan bahan Fiberglass. Bentuk instlasi yang ada di ruangan Edwin’s Gallery ini seperti merupakan perwujudan 3 dimensi dari lukisan dan drawing Rieswandi, sangat cantik dan juga mengagumkan.

Ada pelajaran baru yang saya dapatkan saat ngobrol-ngobrol dengan mba Natasha Sidharta pada awal tahun 2011 ini, dulu saya berpikir sudah bahagia dengan hanya menikmati sebuah karya seni tanpa memikirkan apa arti yang ada di dalamnya, akan tetapi mba Natasha mengatakan bahwa dengan mengerti arti dan pesan apa yang ingin disampaikan oleh sang seniman dari karyanya, sensasi menikmati sebuah lukisan akan meningkat pesat. Saya rasa inilah ‘tugas’ saya selanjutnya dalam mengunjungi pameran seni serta sekaligus menuliskan dan menyampaikannya dalam blog ini🙂

'Tundra' | Mixed Media on Canvas | 120cm x 149cm | 2011

Exhibition Name : Amorphous
Place : Edwin’s Gallery
Curator :
Heru Hikayat
Time : 22 Maret 2011 – 3 Maret 2011
Artist :
Rieswandi