Wanita selalu menjadi Subject Matter sebuah karya seni yang tidak pernah mati, mulai dari lukisan, patung hingga instalasi saya rasa sudah pernah di olah menjadi sebuah inspirasi seorang seniman. Bagi saya wanita memang menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah ada habisnya, tidak hanya sebagai rangka pikiran dalam membuat karya seni, kehadiran wanita bersama dengan anugerah yang dimilikinya sebagai makhluk hidup ciptaan Tuhan yang diciptakan untuk menemani kaum Adam ini bagaikan mempunyai kekuatan lahiriah dan batin dalam kehidupan di alam semesta ini.

Daydreaming | Fiberglass, leather, accesories | 54x44x64cm | 2010

Altjie Ully Pandjaitan, seorang seniman wanita yang lulus dari jurusan seni patung Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini termasuk dari beberapa seniman yang menjadikan wanita sebagai subject matter dari setiap karyanya. Ia seringkali menampilkan figur tubuh dan ketelanjangan melalui karya patungnya. Altje Ully mengungkapkan memang ia tertarik dengan persoalan tubuh manusia bila di bandingan dengan tema lainnya, dan figur telanjang yang sering ia bawa dari satu pameran ke pameran lainnya ternyata sudah ia bawa selama kurang-lebih 15 tahun di masa ia berkarya.

Pada pameran tunggalnya yang kedua ini, ia memberi nama ‘The Second Skin’. Altje Ully membawa persoalan pakaian wanita dimana umumnnya masyarakat akan berpikir bahwa setiap wanita yang mengenakan pakian minim -atau bisa kita sebut sexy- adalah wanita yang tidak baik. Budaya yang rakyat Indonesia miliki dan kita sebut sebagai budaya Timur ini memang membentuk pola pikir seperti itu, melalui pameran ini Altje Ully ingin mengungkapkan bahwa tidak semua wanita yang berpakaia Sexy bertujuan untuk memamerkan lekuk tubunya dan digunakan untuk persoalan seksual,  akan tetapi banyak juga wanita yang menggunakan pakaian tersebut untuk memberikan suatu apresiasi terhadap pakaiannya. Seperti layaknya karya seni, wanita yang menghargai pakaian umumnya memberikan bentuk apresiasinya dengan cara memakainya, sehingga tujuan ia memakainya di tempat umum adalah memang untuk menunjukan pakaiannya dan bukan tubuhnya, itulah yang di ungkapkan dalam ‘the second skin’ ini, pakaian yang melekat dalam diri kita bagaikan sebuah kulit kedua dalam tubuh manusia.

Stable | Fiberglass, leather, accesories | 55x45x47cm | 2010

Pameran yang bertempat di dialogue Artspace ini sudah pasti menjadi salah satu destinasi para pecinta seni, khususnya seni patung yang wajib di kunjungi. Dengan disuguhi karya patung yang mengagumkan oleh Altje Ully Pandjaitan, Jim Supangkat sebagai kurator dan desain katalog yang istemewa oleh tim dialogue Artspace, membikin ‘The Second Skin’ ini seharusnya tidak boleh anda lewatkan🙂

Moon Walk | Fiberglass, leather, accesories | 20x20x87cm | 2010

Exhibition Name : The Second Skin
Place : Dialogue Artspace
Curator :
Jim Supangkat
Time : 31 Maret 2011 – 1 Mei 2011
Artist :
Altje Ully Pandjaitan