Viviyip Art Room kembali membawa pameran berkualitas lagi, setelah sebelumnya kita disuguh karya Lovis Ostentrik, kali ini siap-siap tertawan dengan keindahan karya Erika Ernawan. Erika Ernawan adalah seorang seniman wanita yang lahir 25 tahun yang lalu di Bandung, selain aktif berkarya sebagai seorang seniman, Erika merupakan wanita yang sangat peduli dengan pendidikannya, hal tersebut dapat kita lihat dari kegiatannya saat ini, saat ini Erika sedang  di Berlin meneruskan pendidikan S3nya, sebelumnya ia menyelesaikan Sarjana S1 dan S2 nya di Institut Teknlogi Bandung.

Pada pameran tunggal pertamanya di Viviyip Art Room, Erika menghadirkan 8 karya berukuran 170x190cm, 3 karya lentikuler lens, 2 karya berjudul ‘Late Anthropocentric 1 & 2’ dan 1 palu berwarna kuning emas. Sudah ada yang pernah melihat langsung karyanya? jika melihat dari foto atau dari kejauhan saja pasti kita akan mengira karya Erika ini adalah sebuah lukisan diatas kanvas, bila teman-teman yang melihatnya juga merasa begitu tandanya kalian salah🙂 karya Erika ini merupakan Print diatas Acrylic, umumnya ia print diatas acrylic berukuran 170x190cm, di dalam acrylicnya terdapat celah yang pas untuk dimasukan selembar kaca berukuran serupa, yang menambah kesan dramatis, Erika menghantam karyanya dengan palu besar sehingga timbulah retakan-retakan yang terlihat cantik bagaikan sebuah pola yang tersusun.

'Mirror Sees You #2' | Digital Print on Acrylic, Mirror | 170x190cm | 2011

Bukan hanya karyanya saja yang menimbulkan decak kagum, Erika sering kali menghadirkan performance Art dalam pembukaan pamerannya, yaitu aksi dirinya menghantam karya. Selain itu bila teman-teman sempat datang ke pameran tunggalnya yang berjudul Der Spiegel ini, jangan kaget bila melihat lantai Viviyip Art Room dipenuhi kaca-kaca, bukan hanya susunan kaca, akan tetapi kaca-kaca yang ada disini sengaja diretakan dan dihancurkan, setiap tamu bebas menginjak dan menghancurkan kaca tersebut, oleh karena itu pameran kali ini Viviyip Art Room sengaja memberikan informasi tambahan untuk melarang tamu memakai Sendal dan rok, anda tentu tahu sendiri alasannya bukan?:)

Di beberapa pameran yang pernah saya kunjungi, ada yang menarik dengan ditambahkan sentuhan kurator, tapi ada juga yang menarik apa adanya yang dipajang di ruang gallery, semuanya bagi saya tergantung sang Seniman dan tentu saja Kuratornya sendiri. Salah satu tulisan kuratorial yang saya suka adalah milik Asmudjo Djono Irianto, sebagai kurator pameran Der Spiegel ini tulisan Asmudjo tetap terasa santai mengalir akan tetapi tetap dengan bobot yang tidak bisa dibilang ringan, saya coba salah satu tulisannya yang menarik “Pemirsa laki-laki yang berhadapan dengan karya Erika akan mendapati wajahnya terefleksikan pada kaca yg telah berkeping-keping. Pada saat meliat refleksi wajahnya sendiri, maka berkelindan dengan citraan tubuh perempuan telanjang, maka pemirsa laki-laki seperti diolok-olok, dan diingatkan tentang kecenderungan voyeur-nya pada tubuh perempuan”

'Mirror Sees You #10' | Digital Print on Acrylic, Mirror | 170x190cm | 2011

'Mirror Sees You #3' | Digital Print on Acrylic, Mirror | 170x190cm | 2011

'In Place #1' | Digital Print on Lentikuler Lens, Mirror | 90x60cm | 2011

Exhibition Name : Der Spiegel
Place : Viviyip Art Room
Curator :
Asmudjo Djono Irianto
Time : 10 April 2011 – 23 April 2011
Artist :
Erika Ernawan