Haloo, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena beberapa minggu ini saya jarang sekali mengUpdate artikel di blog ini, sejak sekitar 2 bulan yang lalu saya memang disibukan dengan persiapan 2 event yang cukup menguras waktu dan tenaga saya, bila teman-teman lihat di Post artikel saya sebelum-sebelum ini, saya sering sekali menampilkan 2 event Desain Grafis, yang pertama adalah Pameran TUAI 2010, pameran Tugas Akhir mahasiswa Desain Grafis Seluruh Indonesia dan yang kedua dengan jarak yang sangat deket adalah Seminar David Berman ‘Beyon Brand and Design’, kedua Event tersebut memakan waktu saya untuk berkunjung ke Galeri & menulis di Blog, bagi teman-teman yang sudah berkunjung ke dua event tersebut saya ucapkan terimakasih banyak🙂. OK, sekarang saya bisa memulai kembali aktivitas melaporkan pameran seni apa saja yang sudah saya kunjungi, silahkan dinikmati.

Pameran pertama saya mulai dari Pameran Tunggal Doni Kabo di Langgeng Galleri – Jakarta Art District, secara pribadi tidak banyak yang saya ketahui mengenai seniman yang satu ini, satu-satunya informasi dan pengalaman yang saya miliki adalah saat mengunjungi pameran tunggalnya yang berjudul ‘Mewarnai Hitam’ tahun lalu di tempat yang sama.

'Ingin merindukannya' | bitumen, oil, acrylic, aquarelle pencil, pastel Oil, Spray paint on canvas | 150x100cm | 2011

Ironi Sang Penari Ronggeng membawa saya kepada suatu impresi bahwa apa yang dibawa oleh pameran ini ‘hanya’ sebuah pameran yang menampilkan figur seorang penari, diluar dari teknik lukis yang dimiliki Doni Kabo, sudah tidak ada hal lain lagi yang menurut saya menarik, setidaknya itulah yang saya pikirkan saat melihat secara langsung pameran ini, dan izinkan saya memohon maaf karena ternyata setelah saya membaca habis semua isi katalog Ironi Sang Penari Ronggeng ini, saya merasa semakin terpesona dengan figur yang dihadirkan oleh sang Seniman.

Pameran ini adalah sebuah pameran yang bisa saya katakan marupakan bentuk Apresiasi Doni Kabo terhadap karya Ahmadat Tohari, seorang sastrawan Indonesia dengan karyanya yang berjudul ‘Ronggeng Dukuh Paruk’, Doni Kabo merasa kagum serta menaruh perhatian besar kepada tokoh wanita pada kisah sastra tersebut yang bernama Srintil. Dan bentuk apresiasinya tersebut ia hadirkan dalam bentuk figur wanita penari ronggeng. Figur wanita tersebut dihadirkan Doni Kabo melalui foto yang kemudian ia lukis ulang dalam media kanvas, yang manarik dalam setiap karya Doni Kabo adalah ia sering dan selalu menggunakan bahan Aspalt sebagai penghantar imajinasinya, selain itu sering kali ia juga menggunakan berbagai macam alat lukis seperti Cat minyal, acrylic hingga spray paint dalam satu karyanya, meski menggunakan begitu banyak alat lukis, karya yang dihadirkan oleh Doni Kabo tetaplah merupakan sebuah lukisan monochrome yang detail dan mempesona.

'Ingin memperhatikannya' | bitumen, oil, acrylic, aquarelle pencil, pastel Oil, Spray paint on canvas | 150x100cm | 2011

Exhibition Name :Ironi Sang penari Ronggeng
Place : Langgeng Gallery (Jakarta Art District)
Curator : Alia Swastika
Time : 28 April – 22 Mai 2011
Artist : Doni Kabo