Sebuah pameran karya seni pada umumnya selain sebagai sebuah ruang pamer bagi seniman untuk menunjukan karya kesenimanannya juga digunakan dengan tujuan lain, contohnya seperti kegiatan Charity dimana semua pengunjung yang hadir tidak lagi membicarakan estetika suatu lukisan akan tetapi lebih terkonsentrasi dalam urusan pengumpulan dananya, Archive AID 2011 merupakan salah satu event pameran seni rupa dengan tujuan yang serupa, yaitu penggalangan dana, hanya saja event yang diselenggarakan oleh Indonesia Visual Art Archive (IVAA) dan Pustaka Selasar Sunaryo Artspace ini bertujuan untuk mendukung kerja kearsipan & perpusatakaan kedua lembaga tersebut.

Seperti yang tertulis dalam kata pengantar pameran ini, Archive AID 2011 adalah sebuah program yang merupakan kelanjutan dari program tahunan yang diadakan sejak 2008 dibawah nama ‘IVAA BookAID’, kemudian bertransformasi menjadi ‘IVAA Archive AID2011’.

Dalam pameran ini IVAA beserta Selasar Sunaryo Artspace membawa 31 seniman, beberapa diantaranya ada seniman senior seperti S Teddy D, Tisna Sanjaya dll, akan tetapi hadir pula seniman-seniman muda yang sedang beranjak menuju jalur yang sudah dilewati oleh seniman-seniman senior Indonesia, sebut saja nama-nama seperti Arin Dwihartanto, Radi Arwinda, Terra Bajraghossa yang masing-masing mulai menunjukan eksistensi diri meraka sebagai seorang seniman di dunia seni rupa Indonesia.

Saya sendiri cukup senang menghadiri pameran ini karena bisa melihat karya seniman favorit saya, Bunga Jeruk, yang hadir dengan karyanya yang berjudul ‘Dear Bear’. Arin Dwihartanto hadir dengan karya yang menurut saya luar biasa indah, ‘Untitled (M-2)’ yang dihasilkan oleh Arin dengan menggunakan media resin, pigment, dan material abu vulkanik Gunung Merapi terasa indah dan meledak-ledak, terasa sekali perbedaan feelnya dengan karyanya saat berpameran tunggal di Sigiarts beberapa waktu yang lalu.

S Teddy D | 'Pray in Black' | Mixed Media | 145x52x200cm | 2010

Indonesia Visual Art Archive (IVAA) adalah lembaga nirlaba di Yogyakarta, didirikan tahun 1997 dengan nama Yayasan Seni Cemeti (sampai April 2007). Wilayah kerja utamanya adalah dokumentasi, penelitian, kepustakaan, dan pengelolaan kelas belajar seni sekaligus mempromosikan ekplorasi artistik.

Lembaga yang dipimpin oleh Farah Wardhani ini mempunyai berbagai macam program seperti Penerbitan, Workshop/lokakarya, Penelitian, pameran arsip, pertukaran penelitian dan jaringan arsip. Semuanya berfungsi sebagai strategi pembentukan jaringan, fasilitasi bagi agen-agen perubahan sosial yang berada dalam pemerintahan maupun yang ada di sektor-sektor informal.

Syagini Ratnawulan | 'Re-etudy-After-Innocent X' | Digital Print | 42x60cm | 2011

Tidak banyak lembaga atau institusi Indonesia yang peduli dengan hal-hal yang berhubungan dengan pengarsipan, arsip bagi beberapa orang mungkin dianggap sebagai sesuatu yang membosankan, ketinggalan jaman dan tidak menarik karena berhubungan dengan seusatu yang sudah terlewati dan mempunyai nilai sejarah. Padahal jika kita mau melihat lebih lanjut lagi, lembaga seperti IVAA ini sangat kita butuhkan dalam berbagai macam institusi, khususnya yang berhubungan dengan budaya dan sejarah Indonesia, IVAA melakukan semua hal tersebut dengan baik, dengan menggunakan sistem arsip secara digital yang disebut sebagai Katalog Online Perpustakaan IVAA, semua orang dilapisan daerah dan wilayah dapat dengan leluasa untuk melihat dan mempelajari semua materi yang disediakan dalam situs tersebut.

Klik ivaa-online.org untuk mengunjugi situs mereka secara langsung.

Bunga Jeruk | 'Dear Bear' | Oil on Canvas | 150x150cm | 2011

Exhibition Name :Archive AID 2011
Place : Jakarta Art District
Organize by : IVAA & Selasar Sunaryo Artspace
Time : 2011
Artist : Albert Yonathan Setiawan, Arie Dyanto, Arin Dwihartanto, Bambang Toko, Bayu Widodo, Bunga Jeruk, Decky ‘Leos’ Firmansyah, Deden Hendan Durahman, Daniel Timbul Cahya Krisna, Diyanto, Duto Hardono, Ednira FJ, Farhansiki, G.Prisma Puspita Sari, Iwan Effendi, Leyla Aprilia, Maryanto, Michael Binuko, Nurdin Ichsan, Prilla Tania, Restu Ratnaningtyas, R.Yuki Agriadi, Radi Arwinda, Rudy ST Dharma, S Teddy D, Syagini Ratnawulan, Terra Bajraghossa, Theresia Agustina Sitompul, Tisna Sanjaya, Westuwidyawan P, Wedhar Riyadi, Wiyoga Muhardanto.