Bestrizal besta, seorang seniman asal Padang 1973 yang menempuh gelar senimannya dalam jalur akademiknya di Padang School of Art dan lulus pada tahun 1993. Jika teman-teman datang ke Galeri Semarang – Jakarta Art Dsitrict saat ini, teman-teman pasti akan menemukan sebuah pameran yang sederhana dalam hal lay out pamerannya, namun kuat dalam pesan yang disampaikannya. Bestrizal Besta berpameran tunggal dalam judul ‘Changes’, Changes adalah pameran tunggal kedua Bestrizal Besta dalam karirnya sebagai seorang  seniman.

Saya mengenal karya Bestrizal Besta pertama kali melalui pameran tunggalnya di CG Artspace Gallery pada tahun 2009 yang lalu yaitu Cybernatic Blues, dalam pemeran tersebut Besta mnggambarkan kecenderungan manusia yang seperti terkena ‘demam’ atau syndrome yang mengakibatkan mereka ketagihan dengan hal-hal yang berhubungan dengan dunia teknologi dan cyber, sosok manusia dalam pameran tersebut digambarkan oleh sosok anak kecil dengan bentuk tubuh seperti sebuah boneka, pada pameran tunggalnya yang kedua ia kembali menggunakan wujud anak kecil sebagai pesan yang ingin disampaikannya, dalam Changes, Besta bermaksud membawa permasalahan yang ia temukan dan rasakan dalam dunia seni rupa Indonesia.

'Batas Rasa' | Charcoal, oil on mosaica board canson | 102x82cm | 2011

Yang menarik dalam pameran ini, kali ini Besta hadir dalam teknik yang lukisan yang sama sekali beda dengan pameran tunggalnya yang pertama, bila dalam pameran tunggalnya yang pertama ia menggunakan cat minyak diatas kanvas, kali ini Besta menghadirkan teknik drawing dengan menggunakan arang dan sedikit sentuhan cat minyak, semua karya yang dipamerkannya di Changes hadir dalam bentuk hitam-putih, teknik drawingnya yang luas biasa membuat setiap lukisanya terasa nyata dan dramatis.

'To Be Continued' | Charcoal, oil on water color paper | 76x56cm | 2011

Exhibition Name : Changes
Place : Semarang Gallery (Jakarta Art District)
Curator : Rifky Effendy
Time : 11 Juni – 11 Juli 2011
Artist : Bestrizal Besta