Bagaimana teman-teman mendefinisikan style lukisan  yang dihadirkan oleh Tulus Rahadi dalam pameran tunggalnya yang diadakan di Puriart Galleri – Jakarta Art District bulan Juni 2011 ini? Akhmad Santoso selaku curator pameran ini mengatakan karya Tulus Rahadi terasa seperti sebuah Pop Art, dimana pada umumnya dalam setiap lukisan Pop Art terdapat warna-warna cerah, object yang datar (flat) dan banyaknya penggunaan outline dalam lukisan, namun tentu saja tidak semudah itu mendefinisakan arti sebuah Pop Art.

Saya datang ke pameran yang berjudul The Atelier Of Tulus Rahadi ini saat galeri sedang dalam keadaan sepi pengunjung, sengaja, karena saya kurang suka datang ke sebuah pameran seni saat ramai pengunjung, saya biasanya datang saat pembuakaan dimana akan ada banyak pengunjung yang berdatangan hanya untuk bertemu teman atau rekan yang ada dalam pameran tersebut, bagi saya menikmati sebuah lukisan yang dipamerkan suatu galeri adalah waktu intim saya dengan karya tersebut. Siapapun orangnya saya yakin tidak akan suka diganggu waktu intimnya dengan seseorang (sesuatu?) terganggu oleh orang lain.oleh karena itu bila saya datang ke suatu pembukaan pameran yang ramai pengunjung, biasanya saya suka datang kembali ke pameran tersebut di hari biasa. Khusus untuk melihat kembali karya-karya yang ada disana.

'Noisy Morning' | Acrylic on Canvas | 110x140cm | 2011

Ok, maaf saya sudah ngelantur :p, kembali pada pameran Tulus Rahadi ini, meski disebut mengandung unsure Pop Art, rasanya kok lukisan yang dipamerkan ini terasa suasana urbannya yah? Meki menggunakan banyak garis melintang kesana-sini, Tulus Rahadi juga menggabungkannya dengan tarikan garis yang kaku dan bersifat kubisme, dalam lukisannya yang berjudul ‘Oxigen For Life’, Tulus Rahadi menghadirkan perpaduan antara garis melengkung dengan garis tajam lurus, bila pada ‘Oxigen For Life’ dan 11 lukisan lainnya ia menggunakan warna-warna yang flat, ada satu lukisannya dimana ia menggunakan gradasi sebagai elemen warnanya, ‘Noisy Morning’ digambarkan dengan adanya gradasi warna yang tidak bisa kita temukan pada lukisan lainnya dalam pameran ini.

Dalam lukisannya yang berjudul ‘Last Playground’ mengingatkan saya pada lukisan seorang pelukis asal Jogya bernama Wedhar Riyadi, banyak makhluk abstrak yang terbentuk dari garis-garis dan blok warna hitam, ia mengkombinasikannya dengan warna biru muda sehingga makhluk tersebut terlihat sangat kontras.  Semoga dilainkesempatan saya bisa melihat pameran Tulus Rahadi lainnya, saya cukup penasaran dengan karya-karyanya yang lain J

'Oxygen for Life' | Acrylic on Canvas | 180x150cm | 180x150cm | 2011

Exhibition Name : Solo Atelier of Tulus Rahadi
Place : Puriart Gallery (Jakarta Art District)
Curator : Rifky Effendy
Time : 11 Juni – 30 Juni 2011
Artist : Tulus Rahadi