Dunia Seni Rupa Indonesia kini telah masuk ke Level yang baru, level dimana Apresiasi terhadap karya seni semakin meluas dan tidak terkotak-kotak dalam satu pakem aturan. Saya berani mengatakan bahwa “Pameran seni Vector : Madu, racun, dan negeriku” ini akan menjadi tonggak sejarah dan permulaan dari sebuah bentuk seni rupa media baru di Indonesia, khususnya seni dalam bentuk Vector. Pameran seni Vector : Madu, racun, dan negeriku adalah sebuah pameran seni Vector yang dipamerkan dalam ruang pamer yang representative, sebuah ruang pamer yang sudah lama menjadi salah satu pusat kesenian Indonesia, mulai dari seni tradisional hingga modern, ruang pamer tersebut adalah Galeri Salihara.

Seni Vector di Indonesia

Pasti teman-teman pembaca akan mengatakan “Ah..pameran Vector kan ada banyak dan sering diadain di Indonesia…”, Ya betul sekali, Anda benar, tapi coba yuk kita sama-sama ingat, ada berapa pameran Vector yang masuk kedalam ranah galeri seni komersil, jawabannya bisa dibilang hampir tidak ada, kalaupun ada biasanya hanya dipamerkan suatu galeri Indie atau sebuah galeri yang dibuat oleh dan bersifat  community, seingat saya ada juga beberapa nama Vector Artist Indonesia yang pernah masuk dalam sebuah pameran seni yang diadakan Galeri Seni Komersil, orang tersebut adalah Dhanank Pambayun, senian ini kebetulan kali ini juga ikut menjadi peserta pameran Pameran seni Vector : Madu, racun, dan negeriku, sebelumnya saya pernah melihat nama dan karyanya dalam sebuah pameran yang diadakan oleh Garis Artspace, karya digitalnya dipajang bersamaan dengan karya seniman lukis lainnya.

Tracelandvectorie | 'Grief-Contaminated-Dissapointed' | Print on Albatros Paper | 100x100cm | 2011

Untuk yang masih/tidak mengerti apa itu Vector, mari ikuti penjelasan singkat (dan seadanya :p) saya mengenai pengertian Vector berikut ini: Sebuah computer pada umumnya hanya mempunyai kemampuan mengolah teks dan gambar berbasis Pixel,  pixel yaitu suatu rangkaian titik (dot.) yang terangkai dan saling tersusun satu demi satu hingga membentuk suatu objek, objek ini akan akan pecah saat ia mengalami pembesaran skala ukuran, sedangkan Vector sebaliknya, titik-titik yang ada dalam sebuah Vector tidak akan pecah meski mengalami pengecilan atau pembesaran skala ukuran, kemampuan fleksibel tersebut digunakan dan di operasikan dalam sebuah piranti lunak (Software) yang kemudian muncul dengan nama-nama seperti Adobe Illustrator, Macromedia Freehand dan Corel Draw/

Kehadiran software tersebut menciptakan sebuah perubahan dalam proses penciptaan estetika dari objek yang diciptakan melalui Vector,  semua orang kini dapat dengan mudah menciptakan karya dengan sentuhan estetika masing-masing. Sejak saat itu munculah gelombang komunitas Vector & karya seni lainnya, baik secara online maupun secara langsung, semakin mudahnya seseorang dalam mengakses internet menjadi salah satu peranan penting dan pemicu ledakan Seni vector di dunia dan termasuk Indonesia.

Pinkversusblack | 'Snakey x beeotch' | Digital Print | 100x100cm | 2011

Meski Seni Vector kini mulai di apresiasi sebagai bagian dari Seni Visual, tetapi tetap saja ada penghalang yang menjadikan Vector tidak bisa berdampingan dengan sebuah lukisan sebagai karya seni, banyaknya sentuhan digital dan kurangnya esensi manusiawi dalam sebuah karya Vector dianggap menjadi factor yang membedakan hal tersebut. Di luar hal tersebut para Vector Artist semakin banyak bermunculan, banyak dari Vector Artist tersebut yang kemudian mencoba menggunakan media baru seperti cat acrylic dalam menciptakan karya mereka, ada juga seniman yang pada awalnya terkenal dengan berbagai macam karya manualnya, kini mulai mencoba dalam bentuk Vector. Tidak ada yang salah dan benar dalam dua jenis karya seni tersebut, oleh karena itu saya pribadi mengucapkan terimakasih dan mengungkapkan kekaguman saya tersebut Galeri Salihara yang pada tahun ini mencanangkan ‘Kesenian yang lain’ dan memilih Vector Art menjadi bagian dari program mereka. Baiklah kini pameran Pameran seni Vector : Madu, racun, dan negeriku telah selesai dipamerkan, kita nantikan saja bagaimana dunia seni rupa digital yang satu ini akan mulai berkembang di Indonesia J

The Yellow Dino | 'Happy Trail' | Mix Media, Laser cut-enraved & UV Printed | 2x100x100cm | 2011

Exhibition Name : Pameran Seni Vector ‘Madu Racun dan Negeriku’
Place : Gallery Salihara
Curator : Godot Guntoro
Time : 28 Mei – 19 Juni 2011
Artist : Tracelandvectorie (Aedel Fakhrie), Loveshugah (Amalia Kartika Sari), Theyhatemydesign (Amenth), Evergrunge (Dhanank Pambayun), Mega, Pale Horse (Chris Parks), Pinkversusblack (Yona Yunistia), Singpenthinkhappy (Yahya Rifandaru), The Yellow Dino (Yudi Andhika).