Paman Berang-berang (uncle Beaver) terlihat sedang sibuk di tempat kerjanya, disana ditemani oleh beberapa teman Berang-berang lainnya mereka sedang memotong kayu blandongan berukuran besar, di lain tempat terlihat sebuah warung pinggir jalan yang sedang dikunjungi oleh Wanita Kelinci dan Paman Tikus. Selamat datang di dunia Maryanto, dimana para binatanglah yang digambarkan oleh seniman kelahiran Yogyakarta 1977 ini sebagai objeknya, dimana para binatang yang berpakaian seperti manusia dan beraktifitas layaknya seperti manusia, cerita pertama yang saya sebut di awal paragraf ini berasal dari karyanya yang berjudul ‘Blandong (Lumberjack)’, sebuah lukisan acrylic diatas kanvas yang berukuran 150x300cm, sedangkan cerita yang kedua berjudul ‘Sarapan, Neng!’.

'Pak Effendi' | Woodcut on Taekwood | 100x150cm | 2011

Sebelum mengunjungi pameran tunggalnya yang berjudul ‘Suatu Ketika di Rawalelatu’ ini, kebetulan saya sudah pernah melihat karyanya di sebuah pameran grup di Galeri Nasional, kesan pertama saya adalah Wow! bagaimana tidak, semua karya Maryanto yang terlihat seperti sketsa ini sebagaian besar dibuat dengan menggunakan cat acrylic, detail yang ia hadirkan pasti akan membuat siapa saja berdecak kagum.

Dalam ‘Suatu Ketika di Rawalelatu’, Maryanto sepertinya bermaksud memperlihatkan dan mengangkat sebuah realitas sebuah kehidupan masyarakat bawah yang tinggal dalam komplek padat penduduk, dan daerah itu adalah Rawalelatu, sebuah pemukiman penduduk yang digambarkan oleh Maryanto dekat dengan pabrik penggergajian Kayu Blandongan. Di dalam beberapa lukisannya ia sering menggambarkan adanya ekskavator disekeliling pemukiman tersebut yang seakan-akan siap menggusur daerah disana, ekskavator yang digambarkan dengan warna kuning terang dibandingan dengan warna gelap seragam yang ada pada daerah pemukiman penduduknya sepertinya menjadi tanda sebuah ironi dimana yang lemah akan selalu kalah.

Maryanto adalah seorang seniman yang mendapatkan gelar kesenimanan-nya di ISI Yogyakarta, meski mengambil mayor Print Making, tapi tidak menghalangi Maryanto untuk berksplorasi dalam berkarya, buktinya bisa kita lihat dengan jelas di pameran ini, dimana disini kita bisa melihat ada beberapa jenis dan teknik karyanya seperti Woodcut, scratching diatas kerta foto, acrylic diatas kanvas hingga yang paling modern adalah Digital Print diatas media acrylic, yang menarik ia memadukan teknologi modern media acrylic dengan sentuhan manusiawi dirinya sebagai seniman, dalam karya yang berjudul ‘Adjeng a.k.a Dj’, Maryanto memberikan goresan tangannya, mungkin itu bukti eksistensi dirinya untuk tidak menghilangkan identitas sebagai seorang seniman Print Making.

'The Excavator in Rawalelatu' (The Defeater dan the Bulder) | Acrylic on Canvas | 300x200cm | 2009

'Blandong' (Lumburjack) | Acrylic on Canvas | 150x300cm | 2011

'Adjeng a.k.a Dj' | Digital Print & Scrathing on Acrylic | 130x130cm | 2011

Pameran ‘Suatu Ketika di Rawalelatu’ yang diselenggarakan oleh Semarang Gallery di Jakarta Art District ini adalah pameran tunggal ketiga Maryanto, sebelumnya pada tahun 2005 ia mengadakan pameran tunggalnya di Wisma Ary’s Yogyakarta dan si Spanyol pada tahun 2003, bila ada yang berkomentar ‘Wah, pameran ini kan udah lama banget, kenapa baru di bahas sekarang?’, saya minta maaf, hehe, data pameran yang berakhir pada tanggal 19 Juni ini sempat mengendap di komputer saya lama sekali, tapi syukurlah akhirnya saya bisa menuliskannya disini🙂

‘Suatu Ketika di Rawalelatu’ menghadirkan sesuatu yang baru, baik dalam karya maupun dalam bagaimana sebuah display dapat membuat menarik suatu pameran, akhirnya setelah beberapa kali Jakarta Art District hanya menampilkan yang itu-itu saja alias polos dalam segi display, kali ini Maryanto dan Semarang Gallery menurut saya sukses dalam mempersembahkan pameran ini, adanya instalasi warung-warung berukuran asli di dalam Jakarta Art District semakin membuat pameran ini semakin menarik untuk dinikmati. Untuk yang ingin melihat karya lain Maryanto pada pameran ini, silahkan langsung meluncur ke situs Semarang Gallery berikut ini.

Exhibition Name : Suatu Ketika di Rawalelatu
Place : Semarang Gallery (Jakarta Art District)
Curator : Grace Simboh
Time : 11 Juni – 19 Juni 2011
Artist : Maryanto