Eko Nugroho is back! Ya, anda tidak salah dengar, setelah hampir 2 tahun tidak melakukan pameran tunggal di Indonesia, kini kita bisa menikmati kembali karya-karya Eko di negeri ini. Dengan membawa judul ‘This Republic Need More Semeleh’, Eko Nugroho membawa suatu tema yang menurut saya tidaklah ringan, bahkan terasa cukup berat dan menyentuh hati, akan tetapi seperti karya-karya Eko lainnya, ia selalu menyajikan sebuah karya yang terlihat ringan dari luar, akan tetapi terasa dalam untuk dimaknai, seperti yang kita kenal, di dalam berkarya Eko biasanya selalu memaksukan unsur kalimat di dalamnya, bukan susunan kata berpuitis indah yang mendayu, akan tetapi lebih kepada susunan kalimat yang nyeleneh, sebuah kalimat yang tidak indah tapi menghujam cerdas hingga kedalam.

Pada pameran kali ini Eko menghadirkan banyak sekali karya barunya yang dibuat pada periode 2010 dan 2011, dan yang menggembirakan, ada 5 buah karya Embriody atau bordir yang hadir disana, selama ini saya hanya melihat karya bordir tersebut pada suatu pameran grup dan bukan dalam bentuk pameran tunggal, kini akhirnya Eko membawa 5 buah karya bordir di hadapan kita. ‘Kecerdasan berbuah Kerakusan’ adalah salah satu karya bordir Eko, seekor Monster yang terlihat seperti Godzilla digambarkan sedang mengunyah sebuah mobil, di beberapa bagian tubuhnya terlihat beberapa pedang yang menancap. Di lain karya, ‘Bro, masih banyak yang harus kita kerjakan’ seperti ingin menyampaikan pesan kepada Pemerintah untuk segera tersadar dalam membangan bangsa ini.

'Eat while you sleep' | Acrylic on Canvas | 150x200cm | 2011

‘This Republic Need More Semeleh’ dibawa oleh Eko di awali oleh pengalaman kenangan dirinya saat masih tinggal di sebuah kontrakannya, ia menceritakan betapa dia -dan juga manusia lainnya- banyak yang tidak berdaya dan tidak melakukan apapun saat melihat sebuah berita televisi yang banyak menceritakan kebobrokan negeri ini, ia mengatakan bahwa ia bisa mendegar dan melihatnya, akan tetapi tidak bisa  menyentuhnya. Kita manusia hanya bisa duduk menyaksikan benda elektronik tersebut, sedangkan diluar sana banyak ribuan peristiwa yang tidak tersentuh.

Semeleh yang berarti Sikap Santai orang Jawa dikatakan dalam kuratorial pameran ini dikatakan Filsafat Jawa menempatkan Semeleh dalam tingkatan yang lebih tinggi dari Pasrah, dilanjutkan lagi oleh Alia Swastika selaku kurator pameran ini yaitu ada penerimaan yang mendalam terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam pergerakan kepercayaan bahwa ‘Semua sudah ada yang mengatur.

Berdasarkan latar belakang yang di awali oleh ingatan Eko Nugroho terhadap ruang tamu kontrakannya tersebut akhirnya pameran ini pun juga ia set seperti sebuah ruang tamu, saat kita masuk melangkah ke dalam Ark Gallerie kita disambut oleh sebuah karya Instalasi yang di isi oleh sebuah meja dengan ada patung instalasi manusia berpakaian berwarna perak dengan kepala yang terlihat seperti kubah mesjid, ‘Dilema negeri Sawi’ adalah judul karya tersebut. di bagian belakang kita akan disajikan sebuah karya video dan sebuah instalasi berbentuk neon box bertuliskan ‘This Republic Need More Semeleh‘, tulisan tersebut tampak menyala kontras dengan ruang gelap di belakangnya.

'Kecerdasan berbuah kerakusan' | Embrodery | 133x84cm | 2011

'Bro, masih banyak yang harus kita kerjakan' | Embrodery | 124x57cm | 2011

Untuk pecinta karya Eko Nugroho serta seniman lukis Yogyakarta, pameran ini harus masuk dalam daftar ‘Wajib Kunjung’, karena -siapa tahu-, kita baru bisa melihat pameran tunggal Eko Nugroho berikutnya dalam beberapa tahun ke depan, karena memang belakangan ini kegiatan Eko banyak dilakukan di luar Indonesia, mulai dari pameran grup hingga tunggal, di tahun 2011 ini saja selain ‘This Republic Need More Semeleh’, Eko Nugroho juga berpameran di Lombard Freid Projects, New York. Jadi saya rasa tidak ada alasan untuk tidak datang ke Ark Gallerie untuk melihat pameran ini yang akan berakhir tanggal 15 Agustus 2011 ini.

‘This Republic Need More Semeleh’ | Acrylic, Tl Lamp, Alumunium Plat | 101x20x101cm

Exhibition Name : ‘This Republic Need More Semeleh
Place : Ark Gallerie
Curator : Alia Swastika
Time : 9 Juli – 15 Agustus 2011
Artist : Eko Nugroho