Tonyraka Art Gallery adalah sebuah galeri seni yang sudah cukup lama hadir dan eksis di Bali, disana selalu rutin diadakan berbagai macam pameran yang menampilkan pelukis yang berasal dari Bali maupun manca negera. Ditahun ini Tonyraka telah hadir di Jakarta, tepatnya di Jakarta Art District, lokasi dimana kita bisa menemukan sekitar 12 galeri yang tergabung dalam Asosiai Galeri Seni Indonesia, dan ‘Sawen Awak’ adalah pameran pertama mereka di jakarta Art District.

‘Sawen Awak’ membawa misi menghadirkan pelukis Bali dan Mancanegera, kehadiran pelukis asing di Bali sudah bukanlah hal yang asing lagi, bila kita ingat apa yang pernah terjadi beberapa puluh tahun yang lalu di Bali, dimana ada banyak seniman luar negeri yang datang dan tinggal di Bali, beberapa ada yang pulang kembali, akan tetapi tidak sedikit pula yang jatuh cinta dengan Bali dan akhirnya menetapkan diri untuk tinggal menetap disana. Seniman seperti Walter Spies dan Rudolf Bonnet yang sedikit banyak mempengaruhi dunia seni lukis Indonesia termasuk kedalam seniman asing yang akhirnya berbaur dan berasimilasi dengan kebudayaan Bali. Well, itu sedikit ingatan saya mengenai sejarah seni di Bali yang saya ingat saat di bangku kuliah, mohon koreksinya bila saya salah🙂

I Kadek A. Ardika | 'Please Take my Head' | Fiberglass, Print | 55x37cm | 2011

Dengan subjudul ‘Cross-Culture of Balinese and Foreign Contemporary Artists’, Tonyraka bermaksud menunjukan adanya sebuah lintas budaya antara seniman Bali dengan Seniman Asing di pulau yang disebut sebagai Pulau Dewata tersebut. Bila kita datang dan melihat semua lukisan di Sawen Awak ini maka yang akan kita lihat adalah banyaknya seniman muda Bali dengan karya-karyanya yang sudah banyak mendapat pengaruh dari budaya luar.

Banyak sekali pelukis baru dengan karya yang menurut saya luar biasa hadir disini, Ketut Susena dengan karyanya yang berjudul ‘Vibrasi alam’ dan ‘Sukma Merapi’ terasa sangat kuat dan berteriak dalam setiap cipratan catnya. I Kadek A.Ardika yang hadir dengan karya resinnya terlihat modern dengan sentuhan komikal dalam patungnya. Karya Agus Putu Suyadnya yang berjudul ‘The First Defense’ mengingatkan saya dengan seniman Bali fenomenal, nyoman Masriadi.

Sedangkan karya perupa luar hadir dengan lebih matang, karya-karya Walter Van Oel yang bermain dengan teknik visual terasa menyenangkan untuk dilihat, Walter Van Oel membawa 2 judul lukisan dimana 1 buah lukisannya merupakan kolaborasi dengan Nyoman Erawan. Lukisan Ronald Wigman berjudul ‘The Studio’ mengingatkan saya dengan karya pelukis masa lalu yang saya lupa namanya😛

Selamat Tonyraka atas pameran pertamanya di Jakarta Art District!

Agus Putu Suyadnya | 'The First Defense' | Acrylic on Canvas | 130x150cm | 2011

Walter Van Oel | 'The Mystery of Jesus' | Mixed Media on Canvas | 190x190 cm |

Exhibition Name : Sawen Awak
Place : Tonyraka Art Gallery (Jakarta Art District)
Curator : Wayan Kun Adnyana
Time : 21 Juli – 31 Juli 2011
Artist : Agus Putu Suyadnya, I Kadek A. Ardika, Ida Bagus Putu Purwa, Ketut Susena, Ketut Teja Astawa, Made Gede Putra, Nyoman Agus Wijaya, Nyoman Erawan, Putu Aan Juniarta. Putu Adi Gunawan, Putu Erdiawan, Putu Wirantawan, Peter Dittmar, Ronald Wigman, Samarpan, Walter Van Oel, Wayan Upadana