Setelah beberapa waktu yang lalu saya mengatakan pameran di Jakarta Art District begini-begini aja, akhirnya tiba-tiba bermunculan banyak sekali pameran yang menarik perhatian saya, kita mulai gelombang pameran tersebut dari pameran ‘In Account number we Trust’ milik Uji ‘Hahan’ Handoko di Langgeng Gallery.

Langgeng Gallery yang berlokasi di Jakarta kali ini menghadirkan pameran tunggal kedua Ujia Handoko. Untuk para pecnta seni rupa Indonesia, saya rasa akan setuju bila saya mengatakan bahwa Jogya adalah salah satu daerah di Indonesia yang tidak pernah kehabisan ‘stock’ seniman, daerah jogyakarta yang masih kental dengan nilai budaya dan daerah serta lingkungan masyarakat yang sehari-hari hidup dalam lingkungan seni menjadikan Yogyakarta menjadi kota yang sarat dengan seniman, oleh karena itu pula bisa kita temui dengan mudah karya perupa Yogya sering hadir di gallery atau para kolektor di Jakarta. Deddy Irianto selaku pemilik Langgang Gallery mengatakan bahwa ia kini sedang menyiapkan ‘my room project’, my room project adalah sebuah project menghadirkan seniman Pop Jogya untuk menjadikan ‘etalase’ Langgeng Gallery di Jakarta Art District menjadi lebih spesifik dalam setiap pamerannya, nama-nama seperti Andre Tanama dan Krisna Widyatama sudah siap masuk dalam project ini, dan Uji Handoko adalah artist pertama dalam ‘my room project’ ini.

'The Journey' | Acrylic on Canvas | 420x180cm (2 panel) | 2011

'The Journey' | Acrylic on Canvas | 420x180cm (2 panel) | 2011 | (Detail)

Uji Handoko atau yang akrab dipanggil ‘Hahan’ ini adalah seorang seniman lulusan ISI Yogyakarta. Yogyakarta memang terkenal dengan banyaknya seniman jalanan, atau biasa disebut Street Art, Street Art tidak hanya tumbuh di Yogyakarta, di belahan negara lain seperti Amerika dan negara-negara di Eropa Street Art tumbuh menjamur, seni yang mereka bawa merupakan perlawanan dari High Art, sebuah karya seni tinggi yang menempati dinding-dinding mewah orang kaya atau di gallery/museum yang lengkap dengan penjagaan ketat serta kamera yang selalu mengawasi. Yang menarik dan menjadi sebuah fenomena, Street Art yang lahir bukan berasal dari alasan ideologis atau hal-hal yang berhubungan dengan politik kini sudah seperti menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle).

Para seniman muda yang menghadirkan karya tersebut kini selalu menjadi incaran dan diperebutkan oleh para penggemarnya, di luar negeri, street Artist seperti Banksy mempunyai penggemar yang fanatik, diluar Street Art kita bisa melihat contoh lainnya seperti yang dibawa oleh Gary basemen atau Audrey Kawasaki yang setiap karyanya menjadi incara banyak orang, tidak hanya karya dalam media kanvas saja yang banyak di incar, semakin tumbuh berkembangnya seni di dunia, kini karya (artwork) tersebut mulai merambah ke dunia produk industri, segala macam apparel yang menghadirkan artwork para seniman tersebut pun bernilai tinggi dan selalu diburu penggemarnya. Hal tersebut juga yang kini mulai bermunculan di Indonesia, Uji Handoko misalnya, kini karyanya sudah banyak di incar oleh para penggemar atau kolektor, lihat saja pamerannya saat ini, kita bisa melihat ada banyak sekali karya yang dipamerkan yang bukan lagi menggunakan media kanvas, contohnya adalah seperti Sofa, Karpet, Sepatu bahkanhingga kulkas yang bergambarkan Artworknya.

Karya seni di Indonesia kini sudah mulai memasuki fase yang baru, dimana seni kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, dimana saat kita memiliki suatu benda yang bertorehkan artwork tertentu dari seorang seniman, maka kita akan dianggap mempunyai selera tinggi yang berbeda dari orang kebanyakan, diluar sisi konsumtif yang lahir dari fase tersebut, perkembangan ini merupakan perkembangan yang manarik dan bagus bagi dunia seni rupa Indonesia, karena kita bisa melihat bahwa masyarakat kini sudah lebih melek dan suka terhadap karya seni yang diciptakan anak muda Indonesia.

'The New Prophet' | Polyester Resin, Paint | 100x75x100cm | 2011

'Prosperity' | Airbrush Paint on Smeg Refrigerator | 96x63x68cm | 2011

Exhibition Name : In Account Number We Trust
Place : Langgeng Gallery (Jakarta Art District)
Curator :
Time : 21 Juli – August 2011
Artist : Uji Handoko