Wow, sudah cukup lama sekali yah saya tidak memposting Artikel disini, sebelumnnya saya mohon maaf untuk teman-teman yang secara reguler mampir ke blog saya atas kurangnya Update yang saya berikan di blog ini.

Belakangan ini saya disibukan dengan sesuatu kegiatan yang dari dulu saya idamkan, yaitu menyelenggarakan pameran seni. Tahun lalu memang saya pernah juga mengurus sebuah pameran seni dengan 35 peserta pameran, pameran yang berjudul The Lazy Dogs Jumps Over The Quick Brown Fox ini diselenggarakan di Smarta Gallery. Tahun ini saya membuat sebuah tempat kecil-kecilan di dalam Mazee, mall fX lantai 6. Tempat yang kemudian saya berinama Indie Artspace ini sengaja saya buat untuk lebih leluasa mengangkat Youth Artist Indonesia yang belum mendapat kesempatan unjuk gigi, saya sering sekali iri dengan atmosfir pameran seni di luar Indonesia seperti di Amerika, Eropa dan Jepang dimana disana scene sebuah Art Exhibition yang memamerkan Youth Artist dari mulai tahapan Indie hingga profesional selalu bermunculan setiap minggunya.

Dan Indie Artspace adalah langkah kecil saya untuk mengangkat teman-teman Youth Artist yang ada di Indonesia, meski mungkin dampaknya tidak Signifikan di dunia seni, yang terpenting saya sudah memulainya, urusan bagaimana tanggapan masyarakat saya tempatkan di belakang saja^_^. Ok, jadi semenjak saya mendirikan Indie Artspace, sudah ada beberapa pameran dan acara yang dilakukan disana, pameran pertama berjudul ‘The Boy And His Minds’ adalah sebuah pameran tunggal Dhanny Sanjaya, seorang graphic designer lulusan Universitas Pelita Harapan yang ramah dan humble, saat ini ia sudah mulai memantapkan dirinya untuk berkonsentrasi di dunia seni.

Sebelum memulai pameran ini saya hanya sekedar tahu dan menyapa sedikit-sedikit dengan Dhanny, dan betapa beruntungnya saya saat ia setuju menjadi Artist pertama yang berpameran di Indie Artspace, saya sendiri sebenarnya sudah lama mengenal dan mengikuti style dan gaya ilustrasi Dhanny, beberapa tahun yang lalu ia pernah mengikuti Singapore Toys, Games and Comic Convention dan sempet di wawancara oleh Jakarta Globe. Ada pengelaman menarik yang saya temui di sela-sela pertemuan kami membahas pameran tunggalnya, teman-teman semua bisa baca di blog ini πŸ™‚

Event kedua yang saya selenggarakan di Indie Artspace adalah Softlaunching produk dari dua pasangan muda kreatif bernama Koolastuffa, ide ini lahir saat saya menginkan sebuah acara selain pameran seni yang akan saya selenggarakan disana, dan kebetulan saat itu saya bertemu dengan Koolastuffa saat mengantarkan stock barangnya ke Indie, saya ajukan ide untuk melakukan Softlaunch, dan ternyata mereka tertarik! Akhirnya seminggu setelah pameran Dhanny Sanjaya kami mengadakan ‘Nikmatnya hidup di minggu Manis’ oleh Koolastuffa, nama tersebut diambil dari salah satu produk mereka yang juga terdapat kalimat ‘Minggu Manis’πŸ™‚

Koolastuffa adalah sebuah nama dari 2 orang yang dua-duanya kebangetan kreatifnya, kenapa saya bilang Kebangetan? karena di usia mereka yang masih muda, Deddy Kurniawan dan Widya Mada sudah memulai sebuah usaha kreatif yang dihasilkan dari bidang yang mereka senangi, sudah banyak sekali produk dan karya yang mereka hasilkan, mulai dari tas, Tshirt, Sweater, Vest dan banyak lagi lainnya, semuanya bisa dilihat dan di pesan di situs Koolastuffa.

Yang luar biasa lagi, tidak saja mereka berjualan secara Online, meraka pun kini sudah mempunyai Toko sendiri yang bisa teman-teman jumpai di Kotawisata, dan di Koloni – Mall of Indonesia, tapi teman-teman juga bisa menemukan produk mereka di Dialogue Artspace serta di tempat saya, Indie Artspace. Lihat liputan myohyeah mengenai acara Nikmatnya hidup di Minggu Manis Koolastuffa disini πŸ™‚

Pameran kedua baru saja berakhir 1 October 2011 di Indie Artspace, namanya adalah ‘Random Pleasure‘, sebuah pameran ilustrasi dari seorang Artist muda yang baru saja lulus dari Sidang S1 nya di Institut Kesenian Jakarta bernama Atreyu Moniaga.

Atreyu Moniaga atau biasa di panggil ‘Atre’ sebenarnya dulu adalah salah satu mahasiswa saya di mata kuliah ‘Teknik Presentasi’, ia adalah mahasiswa yang mau bekerja keras dan tanggap. Saya tertarik mengajak Atre berpameran di Indie Artspace karena saya melihat karyanya adalah sebuah emas yang kilaunya kurang cemerlang, meski emas ia masih belum mau menampilkan cahaya terangnya dengan lebih kuat, ia lebih memilih diam dan menunggu ada yang menoleh padanya, oleh karena itu disinilah saya mencoba mengangkat dirinya ke permukaan supaya cahaya tersebut bisa dilihat oleh banyak orang.

Dengan gaya ilustrasi yang menggunakan cat air, teman-teman bisa melihat bagaimana ia menuangkan imajinasinya dalam berkarya yang kebanyakan merupakan pengalaman pribadinya terhadap kejadian-kejadian yang ada disekitarnya, karya yang ia hadirkan di Random Pleasure bukanlah merupakan final dari proses berkaryanya, akan tetapi lebih kepada suatu Start permulaan kecil dimana petualangan ia di dunia seni baru saja dimulai.



Setelah ini tentu saja sudah ada pameran serta Artist lain yang sudah saya siapkan untuk tampil di Indie Artspace, terimakasih banyak untuk semua teman-teman yang selalu datang di pembukaan pameran Indie Artspace, dan untuk teman-teman pembaca yang siapa tau punya karya yang ciamik, saya mau banget menengok karya teman-teman, karena memang Indie Artspace ada untuk orang-orang seperti AndaπŸ™‚