Hendra Harsono atau sering dipanggil dengan sebutan ‘Hehe’ sudah lama jadi salah satu Seniman favorit saya, tepatnya sejak pamerannya di Viviyip Artroom yang berjudul Utola Land pada tahun 2008 yang kemudian di susul oleh pamerannya bersama sang istri Restu Ratnaningtyas yang berjudul Here is Here.di Here is Here terlihat perkembangan eksplorasi Hehe yang semakin berani menggunakan berbagai macam karakter yang penuh dengan detail.

Pada pameran tunggalnya yg ke 4 ini, Hehe membawa kejutan yang menarik perhatian saya, dengan total lukisan sebanyak 6 lukisan berukuran besar, 2 seri lukisan kecil dan beberapa seri doodle menggunakan tinta diatas kardus dan kertas ruangan Dgallerie sebegai lokasi pameran terasa semarak. Di pameran yang berakhir tanggal 26 Desember 2011 yang lalu ini Hehe membawa judul ‘Invisible : The Unknown Between Us’, bila melihat beberapa judul lukisan yg dipamerkan disana kita akan menemukan petunjuk bahwa ternyata pameran ini sebenarnya menceritakan tentang kehidupan di dunia digital

Seperti yang kita semua ketahui, 3-4 tahun belakangan ini dunia kita sudah mulai di sesaki dengan kehidupan di dunia lainnya, yaitu dunia maya. Manusia kini tidak bisa hidup seharipun tanpa menyentuh dan berhubungan dengan perkembangan teknologi tersebut, Anda yang membaca tulisan ini pun merupakan salah satu dari pelaku ramainya dunia digital. Perkembangan Social Media yang telah merebut ketenangan hidup anda sepertinya justru menjadi daya tarik yang tidak mampu ditolak oleh siapapun, manusia kini bisa bebas mengenal dan berkenalan bahkan dengan orang yang tidak pernah ia kenal dan lihat secara langsung, kita merasa mengetahui banyak hal tentang orang tersebut dari Statusnya, profilenya, hingga dari fotonya, tapi apa benar kita mengenal mereka?

'Put Your Face For Good Reason' | Acrylic on Canvas | 34x35 cm (10 pcs) | 2011

Invisible : The Unknown Between Us mengangkat fenomena tersebut, saat kita pertama kali masuk ke ruang galeri, kita akan disambut oleh rangkaian seri lukisan berukuran 35×35 cm berjumlah 10 buah berjudul ‘Put Your Face for a Good Reason’, di setiap lukisan tersebut terlihat berbagai macam ekspresi wajah yang seperti menggambarkan profile picture/Avatar di setiap media Social seperti Twitter atau Facebook, selayaknya sebuah Avatar dalam Social Media, ‘Put Your Face for a Good Reason’ bagaikan ‘pintu masuk’ dalam sebuah profile seseorang.

'Overcapacity' | Acrylic on Canvas | 200 x 150 cm | 2011

Ink on Carboard

Di dalamnya kita akan disambut beberapa lukisan berukuran besar, lukisan berjudul ‘Another Way to Meet You’ banyak menghadirkan potongan bagian sepeda, sepeda merupakan salah satu alat transportasi yang bisa membawa kita dari satu titik ke titik posisi lainnya yang akan membawa kita dalam perjalanan menemukan seseorang seperti judul lukisan tersebut, kebetulan bersepeda adalah kegiatan kesukannya Hehe🙂. Di antara lukisan acrylic yg ada disana kita bs melihat serangkaian doodling Hehe yg di lukis diatas potongan kardus, sangat menyenangkan bila kita lihat satu persatu. Berseberangan dengan lukisan diatas kardus tersebut kita bisa melihat karya drawing Hehe dalam selembaran robekan kertas yg diberi pigura, beberapa drawing disana adalah bentuk versi kecil dari lukisan acrylic yang dipamerkan di pameran tunggalnya ini.

Drawing on Paper

'The Other Between Us' | Acrylic on Canvas | 200 x 180 cm | 2011

'Digital Prayer' | Acrylic on Canvas | 60 x 60 cm (4pcs) | 2011

Sangat menarik mengikuti perkembangan ekplorasi laki-laki yang lahir pada bulan September 1983 ini, karena apa yang disajikan tiap penyelenggaraan pameran tunggalnya merupakan hasil terbaik yang ia hasilkan saat itu. Bila pada Utola Land Hehe banyak memberikan blok-blok warna primer dengan penggunaan line warna hitam di setiap karakternya, di Invisible ini ia menghadirkan banyak sekali detail warna dan tarikan garis yang memenuhi karya acrylic maupun drawingnya. Untuk melihat karya Hehe lainnya dalam resolusi yang lebih bagus, silahkan kunjungi Indoartnow berikut ini.

Exhibition Name : INVISIBLE : The Unknown Between Us
Place : Dgallerie
Curator : Farah Wardhani
Time : Desember 2011
Artist : Hendra ‘Hehe’ Harsono