Setiap Seniman mempunyai bentuk penyampaian visual yang berbeda beda dalam menyampaikan masalah psikologis manusia yang berhubungan dengan kejujuran dan ‘topeng’ yang digunakan untuk menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya, bila Dhanny Sanjaya mengungkapkan perasaan tersebut dengan menggambarkan topeng atau terkadang menggantikan kepala manusia dengan kepala hewan seperti pada pameran tunggalnya yg berjudul ‘The Boy And His Minds’, sedangkan apa yang di diberikan oleh I Made Aswino Aji dalam pameran tunggalnya yang berjudul ‘Beautiful Li(v)es’ cukup berbeda.

I Made Aswino Aji adalah seorang seniman kelahiran Bali pada tahun 1977 yang lalu, ia mendapatkan titel senimannya melalui jalur pendidikan, yaitu di ISI Jogyakarta, meski sampai pada saat tulisan ini ditulis Aji belum lulus dari almamaternya, karirnya di bidang seni rupa sudah cukup banyak, meskipun ia sendiri sebenarnya lebih sering aktif dalam kegiatannya di komunitas musik underground, komik dan urban Art.

'Abu-Abu' | Acrylic on Canvas | 140 x 90 cm | 2011

'Keyakinan' | Acrylic on Canvas | 145 x 120 cm | 2011

Pada pameran tunggalnya berjudul Beautiful Li(v)es yang diselenggarakan oleh Semarang Gallery ini, Aji menghadirkan bentuk visual badut sebagai bentuk penyampaiannya kepada 1 hal yang bernama ‘Kebohongan’. Sejak dulu Aji memang sudah terkenal dengan ciri khas gambar badutnya, ia mengaku mendapatkan inspirasi penari yang menggunakan warna make-up yang kontras dan cerah. Bagi Anji, banyak sekali kebohongan yang terjadi di sekitar kita, manusia saat ini dipandang sudah tidak menunjukan wajah aslinya, karena di balik wajah dan senyuman indahnya tersimpan sebuah kebohongan.

Kurang lebih Anji menghadirkan 11 lukisannya yang masing-masing menggambarkan sosok seorang manusia yang menggunakan make up cerah dan sebuah hidung badut yang runcing, Aji menggambarkan berbagai macam karakter yang dihubungkan dengan suatu kebohongan, seperti pada karynya yang berjudul ‘Elegan 1 & 2’, Aji melukiskan sosok wanita yang terlihat elegan dan terhormat, namun sang hidung runcing tetap terpasang, mungkin ia ingin menggambarkan bahwa bahkan orang terhormat seperti itupun tidak lepas dari topeng yang digunakannya, sedangkan pada ‘Optimis 01’ ia menggambarkan sosok badut yang terlihat sedang mengadah ke atas, seberkas cahaya benderang menghampiri dari atas kepalanya, penggambaran tersebut bagaikan seorang manusia yang terlihat bertekad untuk terus hidup dengan kayakinannya.

'Manis dan Menjadi Boneka' | Acrylic on Canvas | 140 x 90 cm | 2011

Exhibition Name : Beautiful Li(v)es’
Place : Semarang Gallery (Jakarta Art District)
Curator : Farah Wardhani
Time : 14 – 30 Desember 2011
Artist : I Made Aswino Aji